Selasa, 18 November 2014

kenangan Dinda

seribu maaf.......


“ haruskah saya menjawabnya !” jawab radi ketus
“ eh ! gak kok lagian kamu kan pinter ini jadi gak ada masalah , iya kan ? sahut dinda sok akrab
Seperti biasa ketika terdengar bel istirahat dinda dan nia keluar paling pertama, dan dinda bercerita ke nia bahwa radi itu lebih tua 3 tahun darinya. Dan saat pelajaran bahasa Indonesia kebetulan pak guru sedang  tidak masuk jadi suasana di kelas saat itu sangat berisik.
“ kak ! tali sepatunya lepas tu !” ucap dinda keceplosan, dan semua muridpun saling berbisik karena salah satu murid mendengar percakapan dinda dan nia di kantin tadi . radipun ingin keluar dari kelas , sampai di pintu kelas dinda berkata
“ aduh kak, maaf tadi keceplosan “ ucap dinda mengulangi kebloonannya
Radipun marah dan membanting pintu , semua muridpun langsung diam .
“ hey bocah !!! jangan sok kau , kau gak tau apa-apa kan !” bentak radi ke dinda . dindapun langsung syok dan teringat akan kematian ibunya . niapun langsung menghampiri radi dan menamparnya
“ heh loe!!! Ikut gue !” ucap nia dan langsung menarik radi keluar kelas
“ hey radi , loe boleh katain dinda bego, tolol, idiot tapi jangan pernah loe bilang dinda itu BOCAH YANG SOK , soalnya itu kata terakhir yang diucapkan penjahat sebelum membunuh ibunya !” cerita nia sambil menangis
Radi langsung syok mendengar cerita nia , bukan karena ia kasihan kepada dinda tapi lebih kepada karena dia mengetahui kejadian itu, kejadian itu terjadi di depan mata radi
“ di….dia….,itu my angel !” ucap radi dengan suara gemetar.radipun lansung duduk di tangga dan niapun mengikuti radi dan duduk di sampingnya.
“apa maksudmu ?” Tanya nia bingung
“ aku ada di situ saat ibunya terbunuh , tepatnya ibunya terbunuh gara – gara aku !” cerita radi sambil mengingat kejadian itu.
“  dulu aku masih kelas 3 SMP , dia mungkin baru kelas 6 SD. Waktu itu aku di cegat sama preman waktu pulang dari les , lalu di waktu preman itu nodongin pisau ke aku tiba-tiba ada anak kecil yang nendang preman itu , preman itu langsung marah dan….”cerita radi terhenti dan langsung menangis.
“ preman itu langsung nusuk ibu itu, aku gak mau anak itu di serang juga dan…setelah itu aku gak inget lagi , waktu aku sadar aku ada di rumah sakit, aku coba cari ibu dan anak yang menolongku tapi gak nemuin, aku….aku..baru tahu dari kamu kalau ibu itu meninggal , 3 tahun aku cari dia buat bilang maaf dan makasih ” ucap radi dan langsung menunduk
“ eh loe tau gak , 3 bulan setelah ibunya meninggal dia masih sering ngelamun , gue sampe bingung gimana biar dia bisa ceria lagi , sampe akhirnya dia nonton drama korea komedi romantis yang pemainnya kata dia ganteng banget dan dia mulai cerita lagi sama gue , nyeritain kalo di jalan ketemu cowok Chinese yang mirip orang korea lah,tapi gue seneng dia bisa ceria lagi” cerita nia
“ jadi gue harap loe jangan ungkit – ungkit itu lagi di depan dinda !” tambah nia
Bel pulang pun berbunyi , semua murid di kelas itu mulai berhamburan keluar dan ketika radi ingin masuk ke kelas dia berpapasan dengan dinda
“ maaf…!”
“ aku minta maaf banget soal tadi “ ucap radi menahan tangis
“ eh? Iya ga papa kok , aku juga yang salah tadi malah harusnya aku yang minta maaf kan? Maaf ya radi !” ucap dinda ceria
“ tapi lain kali jangan ucapin kata itu lagi ya , ku gak suka kata-kata itu” lanjut dinda sambil tersenyum . dinda pun pergi bersama nia dan baru beberapa langkah dari depan kelas radi memanggilnya
“ dinda!!! Hmm makasih !” ucap radi pelan dan langsung tersenyum
Dinda langsung membalas senyum radi dan langsung turun dari kelas
“ eh nia, radi kamu apain tadi kok jadi aneh ! Tanya dinda ke nia dan nia hanya tersenyum
“ tapi ku baru liat dia senyum tadi, sebenernya kalo dia senyum keliatan manis , tapi kok gak pernah senyum ya !” ucap dinda niapun hanya memandangi dinda
Tiba – tiba ada seseorang yang berlari dan menabrak dinda tapi malah orang itu yang terjatuh
“ adauww ! kakiku sakit !” teriak dinda
  Cowok itupun bangun dan minta maaf
“ eh? Dinda ya , maaf banget ya !” ucap dimas
“ hah? Iiiiiya “jawab dinda gugup
Tiba – tiba teman dimas pun datang dan langsung menghampiri dimas
“ eh dim , loe mabuk ya ? ucap teman dimas sambil memainkan ular – ularan
“ apaan sih, eh loe buang gak itu uler !”bentak dimas . dimas pun menoleh ke dinda dan tersenyum
“ ogah !” ucap teman dimas dan langsung melempar ular – ularan itu ke dimas , dimaspun berteriak dan langsung lari lagi di ikuti temannya yang jail . dinda pun memanggil nia yang ada di sampingnya
“ nia !” panggil dinda
“ apa “ sahut nia
“ nia !”panggil dinda lagi
“ apaan sih !” jawab nia
“ iiiiih dia manis bangeet !!!” ucap dinda sambil mencubit pipi nia
“ iya iya , udah tapi nyubitnya sakit tau !” sahut nia sambil menncoba melepaskan tangan dinda dari pipinya . dinda pun melepas tangannya dari pipi nia
“ huhh! Harusnya tadi aku jatoh ya biar kaya di tv , trus dia bantuin aku bangun , ahh pasti kan co cuit banget !” ucap dinda sambil menghayal.
“ lagian loe sih , dimana – mana kalo di tabrak jatoh , eh malah yang nabrak yang jatoh gimana sih !” sahut nia
“ yaudah kapan – kapan kalo aku di tabrak lagi , aku bakalan jatoh deh !” ucap dinda sambil senyam senyum
“ gua doain gak bakalan di tabrak lagi !” ucap nia
“ ih jahat !” sahut dinda sambil cemberut
“ yeh,ini doa baik tau !” ucap nia sambil tersenyum dan mengajak dinda segera pulang

“ heh, dia itu benar – benar !” gumam radi melihat dinda dari kelas atas . dan radipun kembali memakai earphonenya dan berjalan ke tangga untuk pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar