seribu maaf.......
“ haruskah saya menjawabnya !” jawab
radi ketus
“ eh ! gak kok lagian kamu kan pinter
ini jadi gak ada masalah , iya kan ? sahut dinda sok akrab
Seperti biasa ketika terdengar bel
istirahat dinda dan nia keluar paling pertama, dan dinda bercerita ke nia bahwa
radi itu lebih tua 3 tahun darinya. Dan saat pelajaran bahasa Indonesia
kebetulan pak guru sedang tidak masuk
jadi suasana di kelas saat itu sangat berisik.
“ kak ! tali sepatunya lepas tu !”
ucap dinda keceplosan, dan semua muridpun saling berbisik karena salah satu
murid mendengar percakapan dinda dan nia di kantin tadi . radipun ingin keluar
dari kelas , sampai di pintu kelas dinda berkata
“ aduh kak, maaf tadi keceplosan “
ucap dinda mengulangi kebloonannya
Radipun marah dan membanting pintu ,
semua muridpun langsung diam .
“ hey bocah !!! jangan sok kau , kau
gak tau apa-apa kan !” bentak radi ke dinda . dindapun langsung syok dan
teringat akan kematian ibunya . niapun langsung menghampiri radi dan
menamparnya
“ heh loe!!! Ikut gue !” ucap nia dan
langsung menarik radi keluar kelas
“ hey radi , loe boleh katain dinda
bego, tolol, idiot tapi jangan pernah loe bilang dinda itu BOCAH YANG SOK ,
soalnya itu kata terakhir yang diucapkan penjahat sebelum membunuh ibunya !”
cerita nia sambil menangis
Radi langsung syok mendengar cerita
nia , bukan karena ia kasihan kepada dinda tapi lebih kepada karena dia
mengetahui kejadian itu, kejadian itu terjadi di depan mata radi
“ di….dia….,itu my angel !” ucap radi
dengan suara gemetar.radipun lansung duduk di tangga dan niapun mengikuti radi
dan duduk di sampingnya.
“apa maksudmu ?” Tanya nia bingung
“ aku ada di situ saat ibunya
terbunuh , tepatnya ibunya terbunuh gara – gara aku !” cerita radi sambil
mengingat kejadian itu.
“
dulu aku masih kelas 3 SMP , dia mungkin baru kelas 6 SD. Waktu itu aku
di cegat sama preman waktu pulang dari les , lalu di waktu preman itu nodongin
pisau ke aku tiba-tiba ada anak kecil yang nendang preman itu , preman itu
langsung marah dan….”cerita radi terhenti dan langsung menangis.
“ preman itu langsung nusuk ibu itu,
aku gak mau anak itu di serang juga dan…setelah itu aku gak inget lagi , waktu
aku sadar aku ada di rumah sakit, aku coba cari ibu dan anak yang menolongku
tapi gak nemuin, aku….aku..baru tahu dari kamu kalau ibu itu meninggal , 3
tahun aku cari dia buat bilang maaf dan makasih ” ucap radi dan langsung
menunduk
“ eh loe tau gak , 3 bulan setelah
ibunya meninggal dia masih sering ngelamun , gue sampe bingung gimana biar dia
bisa ceria lagi , sampe akhirnya dia nonton drama korea komedi romantis yang
pemainnya kata dia ganteng banget dan dia mulai cerita lagi sama gue ,
nyeritain kalo di jalan ketemu cowok Chinese yang mirip orang korea lah,tapi
gue seneng dia bisa ceria lagi” cerita nia
“ jadi gue harap loe jangan ungkit –
ungkit itu lagi di depan dinda !” tambah nia
Bel pulang pun berbunyi , semua murid
di kelas itu mulai berhamburan keluar dan ketika radi ingin masuk ke kelas dia
berpapasan dengan dinda
“ maaf…!”
“ aku minta maaf banget soal tadi “
ucap radi menahan tangis
“ eh? Iya ga papa kok , aku juga yang
salah tadi malah harusnya aku yang minta maaf kan? Maaf ya radi !” ucap dinda
ceria
“ tapi lain kali jangan ucapin kata
itu lagi ya , ku gak suka kata-kata itu” lanjut dinda sambil tersenyum . dinda
pun pergi bersama nia dan baru beberapa langkah dari depan kelas radi
memanggilnya
“ dinda!!! Hmm makasih !” ucap radi
pelan dan langsung tersenyum
Dinda langsung membalas senyum radi
dan langsung turun dari kelas
“ eh nia, radi kamu apain tadi kok
jadi aneh ! Tanya dinda ke nia dan nia hanya tersenyum
“ tapi ku baru liat dia senyum tadi,
sebenernya kalo dia senyum keliatan manis , tapi kok gak pernah senyum ya !”
ucap dinda niapun hanya memandangi dinda
Tiba – tiba ada seseorang yang
berlari dan menabrak dinda tapi malah orang itu yang terjatuh
“ adauww ! kakiku sakit !” teriak
dinda
Cowok
itupun bangun dan minta maaf
“ eh? Dinda ya , maaf banget ya !”
ucap dimas
“ hah? Iiiiiya “jawab dinda gugup
Tiba – tiba teman dimas pun datang
dan langsung menghampiri dimas
“ eh dim , loe mabuk ya ? ucap teman
dimas sambil memainkan ular – ularan
“ apaan sih, eh loe buang gak itu
uler !”bentak dimas . dimas pun menoleh ke dinda dan tersenyum
“ ogah !” ucap teman dimas dan
langsung melempar ular – ularan itu ke dimas , dimaspun berteriak dan langsung
lari lagi di ikuti temannya yang jail . dinda pun memanggil nia yang ada di
sampingnya
“ nia !” panggil dinda
“ apa “ sahut nia
“ nia !”panggil dinda lagi
“ apaan sih !” jawab nia
“ iiiiih dia manis bangeet !!!” ucap
dinda sambil mencubit pipi nia
“ iya iya , udah tapi nyubitnya sakit
tau !” sahut nia sambil menncoba melepaskan tangan dinda dari pipinya . dinda
pun melepas tangannya dari pipi nia
“ huhh! Harusnya tadi aku jatoh ya
biar kaya di tv , trus dia bantuin aku bangun , ahh pasti kan co cuit banget !”
ucap dinda sambil menghayal.
“ lagian loe sih , dimana – mana kalo
di tabrak jatoh , eh malah yang nabrak yang jatoh gimana sih !” sahut nia
“ yaudah kapan – kapan kalo aku di
tabrak lagi , aku bakalan jatoh deh !” ucap dinda sambil senyam senyum
“ gua doain gak bakalan di tabrak
lagi !” ucap nia
“ ih jahat !” sahut dinda sambil cemberut
“ yeh,ini doa baik tau !” ucap nia
sambil tersenyum dan mengajak dinda segera pulang
“ heh, dia itu benar – benar !” gumam
radi melihat dinda dari kelas atas . dan radipun kembali memakai earphonenya
dan berjalan ke tangga untuk pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar