Selasa, 28 Oktober 2014

Seribu Maaf part. 3

Sesampainya di kelas dinda melihat ada murid yang duduk di bangku nya dan nia pun bertanya pada dinda
“ din , tuh siapa? ” Tanya nia
“ yeh , mana ku tau? Kan ku juga baru liat!” jawab dinda
Tiba – tiba pak guru datang dan menyuruh dinda dan nia cepat duduk di bangkunya , dindapun duduk di sebelah cowok itu.
“ anak –anak , kelas kita bertambah satu murid lagi , silahkan memperkenalkan diri ” kata pak guru , diapun langsung memperkenalkan diri .
“ perkenalkan nama saya radi , pindahan dari sekolah SMA BINA PUSTAKA” ucap radi dan dia langsung duduk kembali. Saat radi mengambil tas yang ada di bangkunya dinda melihat logo yang di tempel di tasnya
“ eh kamu anak  silat PD yah? Tanya dinda . radi pun menoleh dan menjawab. “iya”. Kemudian radi kembali ke tasnya untuk mengambil buku.
“ em udah tingkat apa?” Tanya dinda penasaran
“putih – hijau”. Jawab radi singkat
“ wih … keren , aku dulu juga pernah ikut silat , tapi itu udah dulu  ! ucap dinda dan langsung melamun. Radi menatap dinda yang sedang melamun sebentar dan kemudian kembali membaca bukunya.
Bel istirahatpun berbunyi , dinda dan nia adalah orang pertama yang langsung keluar dari kelas menuju kantin.
“eh nia, radi anak silat PD loh! ucap dinda
“oh pantes waktu baru liat tu orang kayaknya kenal, pasti gue liat pas latihan gabungan “sahut nia panjang lebar
“o..!”jawab dinda sambil pasang tampang nyolotin
“rese loe!”nia pun mencubit pipi sahabatnya itu
“aw,ampun nek!”ledek dinda sambil mengusap pipinya yang merah setelah di cubit nia.
Sampai di tangga mereka bertemu dengan dewi yang hampir terpleset dari tangga
“awas !” ucap dinda terkejut sambil memegang lengan dewi
“apaan sih, dasar orang munafik !” teriak dewi sambil menepis tangan dinda
“eh dew, loe jangan nyolotin napa?udah di tolongin bukannya makasih kek!”sahut nia sewot
“ apaan sih loe, orang gak penting “sahut dewi lebih nyolotin dan langsung turun menuju kantin
“heh dasar, gue sumpahin jatoh dari tangga loe biar bibirnya jontor !” teriak nia kesal
“eh gak boleh gitu, tapi lucu kali ya kalo bibirnya jontor pasti seksi”ucap dinda dan merekapun tertawa bersama saat membayangkan dewi dengan bibir SEKSINYA.
Selesai jajan mereka kembali ke kelas dan menghampiri radi yang sedang memakan roti sambil mendengarkan music di ipadnya
“eh radi besok ada latihan di sekolah , kalo loe mau ikut dating jam Sembilan ya !”ucap nia
Radi pun menoleh ke nia dan mengangguk sambil tersenyum tipis dan kembali makan
“eh din, tu orang denger gak sih?bisik nia ke dinda
Dinda yang saat itu tidak yakin bahwa radi mendengar kata yang di ucapkan nia langsung menepuk lengan kiri radi, tanpa di duga radi langsung reflex dan memukul dinda, dindapun langsung syok
“maaf tadi itu saya reflex , kamu gak papa kan ? lain kali jangan sentuh lengan kiri saya, saya paling tidak suka kalo ada yang menyentuh lengan kiri saya,sekali lagi maaf,dan besok jam sembilan saya pasti datang. Dinda yang masih kaget hanya mengangguk
****
“anak – anak sekarang ulangan, cepat siapkan kertas selembar!” ucap pak guru
“aduh pulpen habis lagi!”ucap dinda dalam hati dan terus mengacak – acak tasnya yang mungkin masih terselip pulpen baru.
“kenapa?”Tanya radi masih dengan tampang setan (tanpa ekspresi)
“gak kok, gak kenapa – napa !”jawab dinda gugup
“semua sudah siap?” Tanya pak guru ,dan mulai membacakan soal ulangan
“em…,eh…radi, aku boleh….”ucap dinda agak takut, sebelum dinda menyelesaikan ucapannya radi menyodorkan pulpen ke dinda.
“heh?”dinda kaget karena tau apa yang ingin dinda sampaikan.
“maaf soal yang kemarin,saya benar-benar tidak sengaja !”
“oh, gak papa kok?”  jawab dinda(walaupun masih takut sih )tambah dinda dalam hati.
****
Dinda langsung berlari saat bel pulang berbunyi,saat sudah sampai di gerbang dinda melihat ada seseorang yang tidak sadar kalau dompetnya jatuh,dindapun mengejar orang itu.
“hey,dompetmu jatuh !” teriak dinda ,tapi orang itu tidak mendengarnya .
“hmm,harus pake cara lain ni biar berhenti !”gumam dinda
Akhirnya dinda memakai jurus ampuhnya , dinda melemparkan dompet itu kearah orang itu dan berhasil ,orang itu berhenti.

“maaf, dompetmu jatuh !”ucap dinda sambil ngos-ngosan ,dan orang itu menoleh ke dinda,dindapun terkejut saat melihat cowok itu.


Bersambung...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar