kisah Twinity
kali ini twinity gak mau ngebahas tentang kisah cinta yang gak pernah berhasil, hiks :'(
tapi kita punya cerita yang lebih penuh dengan perjuangan , pengorbanan , dan juga memeras keringat .tepatnya pada saat pulang kampung.
oke cerita berawal dari kebiasaan keluargaku yang kudu, harus , wajib pulang kampung pada saat lebaran, tapi lebaran tahun 2014 lah yang sangat membuatku kesal di banding lebaran - lebaran tahun lalu.
kenapa? kok gitu? ya iyalah karena lebaran tahun ini keluarga ku harus melewati rute yang gak pernah kita lewati sebelumnya, itu karena jembatan Comal ambruk !
mudik tahun ini keluargaku lebih memilih mudik pada pagi hari karena di rasa lebih aman untuk penglihatan mata bapakku yang sudah mulai minus. awalnya perjalanan ku berjalan dengan lancar sampai pada saat kembaranku membaca spanduk besar bertuliskan " JEMBATAN COMAL AMBRUK , LEWAT JALAN ALTERNATIF" dan bapakku pun mengikuti intruksi dari sepanduk itu.baru 10 meter dari intruksi aku sudah dapat melihat mobil yang berbaris bagaikan mengantri sembako, sangat panjaaaang! siang itu hawa panas sangat terasa , maklum mobil keluargaku bukanlah mobil yang ada AC nya , akupun menoleh ke belakang , ku lihat kembaranku yang biasanya ngoceh gak jelas sekarang hanya diam seribu bahasa sambil kipas- kipas. bapakku pun sesekali mematikan mesin mobil karena macet yang sangat panjang .
aku sudah dapat merasakan keringat yang mengalir deras dari badanku, 5 jam berlalu tapi mobil masih berada di antara hamparan sawah yang luas , kuperkirakan mobil hanya melaju dari tempat semula sekitar 5 meter, sampai tiba - tiba mobil bapakku mogok dan aku...........................
bersambung kapan- kapan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar