BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Dalam
dunia bisnis, kegiatan presentasi atas
berbagai peristiwa penting seperti pengajuan usulan proyek-proyek baru,
pengembangan produk, perluasan pasar, dan sebagainya, bukanlah hal baru.
Presentasi bisnis yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi lembaga
atau institusi yang melakukan presentasi. Oleh karena itu, dalam melakukan
presentasi bisnis harus dilakukan persiapan secara matang sehingga tujuan
presentasi bisnis yang efektif dapat tercapai.
Dalam
makalah ini, akan dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana
melakukan presentasi bisnis yang baik, mulai dari tujuan melakukan presentasi
bisnis, tahap persiapan, penentuan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa
audiens, menganalisa isyarat-isyarat nonverbal, peninjauan lokasi, bagaimana
mengembangkan percaya diri dan berlatih presentasi bisnis.
1.2
Rumusan Masalah
1.Apa
tujuan dari presentasi bisnis?
2.Bagaimana
cara mempersiapkan presentasi bisnis yang baik?
3.Apa
saja perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis?
4.Bagaimana
proses menganalisa audiens?
5.Bagaimana
proses menganalisa sinyal nonverbal yang digunakan dalam presentasi bisnis?
6.Bagaimana
melakukan peninjauan lokasi dalam presentasi bisnis?
7.Bagaimana
menumbuhkan percaya diri saat melakukan presentasi bisnis?
8.Apa
saja yang harus dilakukan dalam berlatih presentasi bisnis?
1.3
Tujuan
1.Menjelaskan tujuan presentasi bisnis
2.Menjelaskan bagaimana cara mempersiapkan
presentasi bisnis yang baik.
3.Mengidentifikasi perlengkapan yang diperlukan
dalam presentasi bisnis
4.Menganalisis audiens yang akan dihadapi dalam
presentasi bisnis
5.Menjelaskan cara menganalisa sinyal nonverbal
dalam presentasi bisnis
6.Menjelaskan cara melakukann peninjauan lokasi
dalam presentasi bisnis.
7.Menjelaskan cara menumbuhkan rasa percaya diri
saat melakukan presentasi bisnis
8.Menjelaskan langkah-langkah dalam berlatih
presentasi bisnis.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 TUJUAN PRESENTASI BISNIS
Secara
umum, presentasi bisnis memiliki empat tujuan pokok, yaitu:
1. Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada
audiens.
Pesan-pesan bisnis yang disampaikan harus menarik,
sederhana, mudah dipahami, dan enak didengar audiens. Hindari bentu-bentuk
presentasi yang membosankan, monoton, tidak jelas, dan bahasanya sulit
dipahami.
2. Menghibur audiens.
Untuk mencapai tujuan presentasi bisnis seorang
pembicara perlu menyelipkan humor-humor segar yang mampu menghidupkan suasana.
Yang perlu diingat adalah bahwa humor yang diselipkan dalam suatu presentasi
bisnis hanyalah sebagai selingan dan bukan sebagai yang utama.
3. Menyentuh emosi audiens.
Dengan gaya bicara dan intonasi yang menarik,
seorang pembicara mampu menggugah emosi audiens.
4. Memotifasi audiens untuk bertindak sesuatu.
Dalam memotifasi audiens, seorang pembicara perlu
menyatakannya secara eksplisit dan bukan menggunakan bahasa basa-basi. Dalam
arti bahwa apa yang diinginkan pembicara harus secara tegas dan jelas
tercangkup dalam presentasi.
2.2 PERSIAPAN PRESENTASI BISNIS
1. Penguasaan terhadap topic atau materi yang akan
dipresentasikan
Ketidaksiapan terhadap materi yang akan
dipresentasikan bukan saja menghambat penyampaian pesan terhadap audiens,
tetapi juga akan memberikan citra (image) yang kurang baik bagi pembicara yang
bersangkutan.
2. Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan
baik
Berbagai alat Bantu presentasi bisnis yang dapat
digunakan antara lain: whiteboard, spidol, overhead projector, transparasi,
slide, computer, bagan, flip chart, camera video, tape, televisi, dan LCD
projector.
3. Menganalisis audiens
Seorang pembicara perlu mengenal siapa sebenarnya
yang menjadi audiens. Melalui pendekatan bertanya dengan menggunakan kata Tanya
seperti: apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana, seorang pembicara
akan dapat mengidentifikasi siapa sebenarnya audiens yang dimaksud sehingga
dapat melukukan berbagai persiapan antisipatif.
4. Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau
tempat untuk presentasi
Pemahaman terhadap lingkungan atau suasana lokasi
untuk presentasi bisnis tersebut akan memberikan kemudakan kepada pembicara
dalam mengatur alat bantu presentasi yang sesuai dengan suasana lokasi
tersebut.
2.3 ALAT BANTU PRESENTASI BISNIS
1. Papan tulis hitam dan putih (blackboard dan
whiteboard)
Keunggulan :
Fleksibilitas
dalam penulisannya
Kemudahan
dalam melakukan koreksi
Dapat
merangkum pendapat peserta maupun pembicara pada saat yang sama
Kelemahan :
Tulisan
tangan sering kali sulit dibaca
Pembicara
menutupi peserta saat menulis
Pembicara
tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama
Tersedianya
papan tulis yang sangat terbatas sehingga apabila sudah penuh harus dihapus
dulu
Spidol
sangat mengganggu dan sering mongering sehingga tidak dapat digunakan secara
optimal
Tidak
efektif untuk peserta yang lebih dari 15 orang
2. Flip Charts
Keunggulan :
Fleksibilitas
dalam penulisan
Pembicara
dapat mempersiapkan tulisannya sebelum presentasi
Pembicara
dapat merujuk catatan (lembar kertas) sebelumnya
Biaya
relative murah
Bisa
diletakan dimana saja
Kelemahan :
Tulisan
tangan sering kali sulit dibaca
Pembicara
menutupi peserta saat menulis
Pembicara
tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama
Mutu
kertas yang jelek dan kemungkinaan spidol yang digunakan macet
Biasanya
kertas flip chart hanya digunakan untuk sekali presentasi saja
Muncul
suara brisik saat mengganti lembar kertas
Tidak
cocok untuk peserta yang lebih dari 20 orang
3. Transparasi overhead projector
Keunggulan :
Cepat
dan murah jika menggunakan fotokopi
Dapat
dibuat denga artword dengan kualitas tinggi, tetapi biayanya relative mahal
Layar
tetap jelas meskipun berada dalam ruangan yang terang
Kelemahan :
Kualitas
transparasinya jelek jika teksnya di tulis menggunakan tangan
Umumnya
hasil fotokopi adalah hitam dan putih
Pergantian
secara manual sering kali mengganggu pembicara dan mengalihkan pembicaraan
Menimbulkan
distorsi gambar mana kala OHP tidak focus
4. Slide
Keunggulan :
Slide
foto warna mudah untuk membuatnya
Slide
grafis berkualitas tinggi dapat dihasilkan oleh PC (personal computer)
Dapat
memungkinkan slide dengan 3D dan efek khusus lainnya
Kelemahan :
Fleksibilitas dalam penulisan materi
Koreksi dapat dilakukan dengan mudah
Mampu menampilkan tulisan pembicara dan
peserta pada layer tersebut
Hasil cetakan dapat disimpan maupun diedarkan
pada peserta
Kelemahan :
Tulisan tangan
Peserta seringkali terhalang oleh pembicara
saat menulis
Pembicara tidak dapat menulis dan berbicara
pada saat bersamaan sehingga arus dan ritme terganggu
6. Video cassette recorder (VCR)
Keunggulan :
Kualitas tampilan lebih rendah jika di
proyeksikan dalam layer lebar
Perlu kecermatan dalam memilih peralatan dan
jenis video yang akan digunakan
Untuk peserta yang relative banyak, sarana
video kurang efektif
7. Panel LCD projector
Keunggulan :
Proyeksi data secara langsung dari PC secara
“real time”
Proyeksi langsung memungkinkan tingkat
interaktifnya sangat tinggi
Panel LCD dapat diletakan dibagian atas dari
proyektor overhead standar
Kelemahan :
Panel LCD versi lama cenderung menghasilkan
kualitas gambar relative jelek
Keterbatasan kualitas gambar dari proyektor
overhead karena rendahnya kekuatan watt
Ada tiga peralatan yang diperlukan seperti
computer, proyektor overhead, dan LCD.
2.4 ANALISIS AUDIENS
Dalam menganalisis audiens seorang pembicara harus
mampu menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini:
1. Siapa audiensnya?
Audiens dapat di tinjau dari berbagai hal, misalnya
dari sisi pekerjaan atau jabatan, status, pekerjaan, jenis kelamin, agama, asal
daerah, pendidikan, dan sebagainya.
2. Apa yang diinginkan audiens?
Dengan memahami apa yang diharapkan audiens, seorang
pembicara tentunya akan berupaya semaksimal mungkin melakukan presentasi sebaik
mungkin, sehingga dapat memuaskan keinginan audiens.
3. Di mana melakukan presentasi?
Pemahaman tempat presentasi akan membantu pembicara
untuk menyusun strategi yang tepat.
4. Kapan melakukan presentasi?
Dengan mengetahui kapan seseorang harus melakukan
presentasi, paling tidak dai akan mempersiapkan strategi atau trik-trik apa
yang paling yepat untuk melakukan presentasi bisnis tersebut.
5. Mengapa melakukan presentasi?
Sebelum melakukan presentasi bisnis, seorang
pembicara harus mampu menjawab pertanyaan mengapa melakukan presentasi bisnis.
Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya akan sangat bervariasi antara
seoarang dengan orang yang lain.
6. Bagaimana melakukan presentasi?
Dalam melakukan presentasi seorang pembicara
tentunya memiliki strategi yang berbeda-beda. Selain itu, perlu diperhatikan
apakah presentasi bisnis memerlukan tata letak meja dan kursi secara khusus
untuk diskusi kelompok, atau posisi meja dan kursi diatur searah kedepan.
2.5 ANALISIS BAHASA TUBUH
1. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah merupakan salah satu bahasa tubuh
yang dapat memberikan arti senang, sedih, cemberut, atau marah. Wajah dapat
mengungkapkan ekspresi dirinya dengan polos.
2. Senyuman
Tidak ada komunikasi yang lebih handal diantara
manusia selain senyum. Senyum dapat menghapus beda pendapat, mengobati rasa
sakit, memulai hubungan, menyakinkan teman, dan menyanpaikan penghargaan.
3. Kontak mata
Kontak mata yang efektif dan efisien adalah
cirri-ciri profesionalitas pembicara. Pada menit-menit pertama melakukan
presentasi bisnis, kontak mata memiliki makna yang cukup menentukan bagi
keberhasilan suatu presentasi.
4. Gerakan tangan
Gerakan tangan pada saat melakukan presentasi bisnis
akan dapat membantu pembicara untuk lebih menyakinkan atau memperkuat topic
bahasan tertentu.
5. Gerakan bahu
Gerakan bahu pembicara dalam melukukan presentasi
bisnis untuk menunjukan kepercayaan diri atau menyerah.
6. Gerakan kepala
Gerakan pembicara bagi pembicara dapat digunakan
menunjukan sikap setuju atau menolak sesuatu.
7. Cara berdiri
Dengan posisi berdiri dapat memberikan kebebasan
atau keleluasaan pembicara untuk mengekspresikan kemampuannya menyampaikan
pesan-pesan bisnis dihadapan audiens.
2.6 PENINJAUAN
LOKASI
Peninjauan lokasi bagi pembicara merepakan salah
satu factor penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan presentasi
bisnis. Disamping mengetuhui posisi alat Bantu presentasi bisnis, tata letak
untuk tempat duduk juga perlu diperhatikan. Selain itu, posisi podium juga
perlu diperhatikan apakah menutupi pandangan audiens atau tidak.
2.7 PERCAYA DIRI
Ketidakpercayaan diri seorang pembicara dalam suatu
presentasi bisnis diekspresikan dalam berbagai macam sikap atau perilaku
gemetar, bicara terputus-putus, tangan berkeringat dingin, mulut kering,
terlalu banyak liur, tersengal-sengal, tegang wajah, dan tenggorokan tersumbat.
Ada beberapa cara untuk mengendalikan hal tersebut.
2.8 BERLATIH
PRESENTASI BISNIS
Agar presentasi bisnis yang dilakukan oleh pembicara
dapat mencapai sasarannya, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Identifikasi audiens
2. Buatlah pokok-pokok pikiran presentasi bisnis
3. Tulislah teks presentasi bisnis dengan lengkap
4. Buatlah rangkuman presentasi bisnis ke dalam
sub-subjudul
5. Tulislah ke dalam kartu ukuran kartu pos.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Presentasi bisnis kerap kali
dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran,
keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu,
mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan
presentasi secara efektif.
Presentasi bisnis memiliki empat
tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens,
menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu.
Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar
menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens.
Sebelum melakukan presentasi bisnis
perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin
disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan
menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.
Alat bantu presentasi bisnis yang
ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana
sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai
sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu
memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik
bagi audiens.
Dalam melakukan presentasi bisnis,
seorang presenter sebaiknya melakukan analisis audiens baik yang berkaitan
dengan apa, siapa, kapan, dan bagaimana presentasi bisnis itu dilakukan. Selain
itu, perlu juga seorang presenter menganalisis bahasa tubuh yang sebaiknya
digunakan, serta peninjauan lokasi secara sekilas.
Satu hal yang tak boleh dilupakan
adalah bagaimana berupaya untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan
berlatih melakukan presentasi bisnis.
3.2
Saran
Setelah mengetahui tentang berbagai tujuan, tahapan serta bagaimana cara
melakukan presentasi bisnis, kita diharapkan dapat melakukan presentasi bisnis
dengan baik dan benar.
DAFTAR
PUSTAKA
Pratminingsih,
Sri Astusi. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Purwanto,
Djoko. 2010. Komunikasi Bisnis Edisi ke-4. Jakarta: Erlangga.
http://googleweblight.com/?lite_url=http://situkangtugas.blogspot.co.id/%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=291&host=www.google.co.id&ts=1461655857&sig=APY536zdEKyWSgK3qcWwD3mVrB4HefBxyA