Rabu, 18 Mei 2016

contoh komunikasi verbal,nonverbal dan komunikasi campuran



Nama : Duwi Tri Cahyani
Npm    : 53214266
Kelas   : 2 DF 02

Contoh komunikasi Verbal, Non Verbal dan Campuran

Komunikasi verbal :
ü  Meeting
ü  Menulis laporan
ü  Membaca jurnal
ü  Berdiskusi
ü  Menonton televisi

Komunikasi Non verbal :
ü  Menggertakkan geraham sebagai tanda kesal yang di tahan
ü  Tersenyum sebagai tanda rasa senang, simpati dan lain lain
ü  Menghentakkan kaki sebagai tanda kesal
ü  Menggelengkan kepala sebagai tanda tidak setuju
ü  Bertepuk tangan sebagai tanda apresiasi

Komunikasi campuran :
ü  Mengatakan “disana” sambil menunjuk untuk memberi tahu suatu tempat
ü  Mengatakan “ permisi ” sambil  menunduk  sebagai sikap hormat
ü  Mengatakan “ sumpah ” sambil mengangkat dua jari  
ü  Marah sambil menggebrak meja sebagai ungkapan kesal
ü  Mengatakan “ pusing ” sambil memegangi kepala

Selasa, 03 Mei 2016

presentasi bisnis


BAB I

PENDAHULUAN



    1. Latar Belakang

Dalam dunia bisnis,  kegiatan presentasi atas berbagai peristiwa penting seperti pengajuan usulan proyek-proyek baru, pengembangan produk, perluasan pasar, dan sebagainya, bukanlah hal baru. Presentasi bisnis yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi lembaga atau institusi yang melakukan presentasi. Oleh karena itu, dalam melakukan presentasi bisnis harus dilakukan persiapan secara matang sehingga tujuan presentasi bisnis yang efektif dapat tercapai.

Dalam makalah ini, akan dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana melakukan presentasi bisnis yang baik, mulai dari tujuan melakukan presentasi bisnis, tahap persiapan, penentuan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens, menganalisa isyarat-isyarat nonverbal, peninjauan lokasi, bagaimana mengembangkan percaya diri dan berlatih presentasi bisnis.

1.2 Rumusan Masalah

1.Apa tujuan dari presentasi bisnis?

2.Bagaimana cara mempersiapkan presentasi bisnis yang baik?

3.Apa saja perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis?

4.Bagaimana proses menganalisa audiens?

5.Bagaimana proses menganalisa sinyal nonverbal yang digunakan dalam presentasi bisnis?

6.Bagaimana melakukan peninjauan lokasi dalam presentasi bisnis?

7.Bagaimana menumbuhkan percaya diri saat melakukan presentasi bisnis?

8.Apa saja yang harus dilakukan dalam berlatih presentasi bisnis?



1.3 Tujuan

1.Menjelaskan tujuan presentasi bisnis

2.Menjelaskan bagaimana cara mempersiapkan presentasi bisnis yang baik.

3.Mengidentifikasi perlengkapan yang diperlukan dalam presentasi bisnis

4.Menganalisis audiens yang akan dihadapi dalam presentasi bisnis

5.Menjelaskan cara menganalisa sinyal nonverbal dalam presentasi bisnis

6.Menjelaskan cara melakukann peninjauan lokasi dalam presentasi bisnis.

7.Menjelaskan cara menumbuhkan rasa percaya diri saat melakukan presentasi bisnis

8.Menjelaskan langkah-langkah dalam berlatih presentasi bisnis.





































































BAB II

PEMBAHASAN





2.1  TUJUAN PRESENTASI BISNIS

Secara umum, presentasi bisnis memiliki empat tujuan pokok, yaitu:

1. Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens.

Pesan-pesan bisnis yang disampaikan harus menarik, sederhana, mudah dipahami, dan enak didengar audiens. Hindari bentu-bentuk presentasi yang membosankan, monoton, tidak jelas, dan bahasanya sulit dipahami.

2. Menghibur audiens.

Untuk mencapai tujuan presentasi bisnis seorang pembicara perlu menyelipkan humor-humor segar yang mampu menghidupkan suasana. Yang perlu diingat adalah bahwa humor yang diselipkan dalam suatu presentasi bisnis hanyalah sebagai selingan dan bukan sebagai yang utama.

3. Menyentuh emosi audiens.

Dengan gaya bicara dan intonasi yang menarik, seorang pembicara mampu menggugah emosi audiens.

4. Memotifasi audiens untuk bertindak sesuatu.

Dalam memotifasi audiens, seorang pembicara perlu menyatakannya secara eksplisit dan bukan menggunakan bahasa basa-basi. Dalam arti bahwa apa yang diinginkan pembicara harus secara tegas dan jelas tercangkup dalam presentasi.



2.2  PERSIAPAN PRESENTASI BISNIS

1. Penguasaan terhadap topic atau materi yang akan dipresentasikan

Ketidaksiapan terhadap materi yang akan dipresentasikan bukan saja menghambat penyampaian pesan terhadap audiens, tetapi juga akan memberikan citra (image) yang kurang baik bagi pembicara yang bersangkutan.

2. Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik

Berbagai alat Bantu presentasi bisnis yang dapat digunakan antara lain: whiteboard, spidol, overhead projector, transparasi, slide, computer, bagan, flip chart, camera video, tape, televisi, dan LCD projector.

3. Menganalisis audiens

Seorang pembicara perlu mengenal siapa sebenarnya yang menjadi audiens. Melalui pendekatan bertanya dengan menggunakan kata Tanya seperti: apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana, seorang pembicara akan dapat mengidentifikasi siapa sebenarnya audiens yang dimaksud sehingga dapat melukukan berbagai persiapan antisipatif.

4. Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi

Pemahaman terhadap lingkungan atau suasana lokasi untuk presentasi bisnis tersebut akan memberikan kemudakan kepada pembicara dalam mengatur alat bantu presentasi yang sesuai dengan suasana lokasi tersebut.



2.3  ALAT BANTU PRESENTASI BISNIS

1. Papan tulis hitam dan putih (blackboard dan whiteboard)

Keunggulan :

  • Fleksibilitas dalam penulisannya
  • Kemudahan dalam melakukan koreksi
  • Dapat merangkum pendapat peserta maupun pembicara pada saat yang sama
    Kelemahan :

  • Tulisan tangan sering kali sulit dibaca
  • Pembicara menutupi peserta saat menulis
  • Pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama
  • Tersedianya papan tulis yang sangat terbatas sehingga apabila sudah penuh harus dihapus dulu
  • Spidol sangat mengganggu dan sering mongering sehingga tidak dapat digunakan secara optimal
  • Tidak efektif untuk peserta yang lebih dari 15 orang


    2. Flip Charts

    Keunggulan :

  • Fleksibilitas dalam penulisan
  • Pembicara dapat mempersiapkan tulisannya sebelum presentasi
  • Pembicara dapat merujuk catatan (lembar kertas) sebelumnya
  • Biaya relative murah
  • Bisa diletakan dimana saja

    Kelemahan :

  • Tulisan tangan sering kali sulit dibaca
  • Pembicara menutupi peserta saat menulis
  • Pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat yang sama
  • Mutu kertas yang jelek dan kemungkinaan spidol yang digunakan macet
  • Biasanya kertas flip chart hanya digunakan untuk sekali presentasi saja
  • Muncul suara brisik saat mengganti lembar kertas
  • Tidak cocok untuk peserta yang lebih dari 20 orang
    3. Transparasi overhead projector
    Keunggulan :

  • Cepat dan murah jika menggunakan fotokopi
  • Dapat dibuat denga artword dengan kualitas tinggi, tetapi biayanya relative mahal
  • Layar tetap jelas meskipun berada dalam ruangan yang terang
    Kelemahan :

  • Kualitas transparasinya jelek jika teksnya di tulis menggunakan tangan
  • Umumnya hasil fotokopi adalah hitam dan putih
  • Pergantian secara manual sering kali mengganggu pembicara dan mengalihkan pembicaraan
  • Menimbulkan distorsi gambar mana kala OHP tidak focus


    4. Slide
    Keunggulan :

  • Slide foto warna mudah untuk membuatnya
  • Slide grafis berkualitas tinggi dapat dihasilkan oleh PC (personal computer)
  • Dapat memungkinkan slide dengan 3D dan efek khusus lainnya
    Kelemahan :

  • Proses produksi slide 35 mm memerlukan waktu cukup lama
  • Harganya relative mahal
    5. Papan tulis elektronik
    Keunggulan :

  •  Fleksibilitas dalam penulisan materi
  •  Koreksi dapat dilakukan dengan mudah
  •  Mampu menampilkan tulisan pembicara dan peserta pada layer tersebut
  •  Hasil cetakan dapat disimpan maupun diedarkan pada peserta
    Kelemahan :

  •  Tulisan tangan
  •  Peserta seringkali terhalang oleh pembicara saat menulis
  •  Pembicara tidak dapat menulis dan berbicara pada saat bersamaan sehingga arus dan ritme terganggu
    6. Video cassette recorder (VCR)
    Keunggulan :

  •  Sangat praktis
  •  Monitor TV dan VCR cukup banyak tersedia di perkantoran
  •  Video dapat menambah penguasaan materi dan sekaligus hiburan
    Kelemahan :

  •  Kualitas tampilan lebih rendah jika di proyeksikan dalam layer lebar
  •  Perlu kecermatan dalam memilih peralatan dan jenis video yang akan digunakan
  •  Untuk peserta yang relative banyak, sarana video kurang efektif


    7. Panel LCD projector
    Keunggulan :

  •  Proyeksi data secara langsung dari PC secara “real time”
  •  Proyeksi langsung memungkinkan tingkat interaktifnya sangat tinggi
  •  Panel LCD dapat diletakan dibagian atas dari proyektor overhead standar
    Kelemahan :

  •  Panel LCD versi lama cenderung menghasilkan kualitas gambar relative jelek
  •  Keterbatasan kualitas gambar dari proyektor overhead karena rendahnya kekuatan watt
  •  Ada tiga peralatan yang diperlukan seperti computer, proyektor overhead, dan LCD.

    2.4  ANALISIS AUDIENS
    Dalam menganalisis audiens seorang pembicara harus mampu menjawab enam pertanyaan mendasar berikut ini:
    1. Siapa audiensnya?
    Audiens dapat di tinjau dari berbagai hal, misalnya dari sisi pekerjaan atau jabatan, status, pekerjaan, jenis kelamin, agama, asal daerah, pendidikan, dan sebagainya.
    2. Apa yang diinginkan audiens?
    Dengan memahami apa yang diharapkan audiens, seorang pembicara tentunya akan berupaya semaksimal mungkin melakukan presentasi sebaik mungkin, sehingga dapat memuaskan keinginan audiens.
    3. Di mana melakukan presentasi?
    Pemahaman tempat presentasi akan membantu pembicara untuk menyusun strategi yang tepat.
    4. Kapan melakukan presentasi?
    Dengan mengetahui kapan seseorang harus melakukan presentasi, paling tidak dai akan mempersiapkan strategi atau trik-trik apa yang paling yepat untuk melakukan presentasi bisnis tersebut.
    5. Mengapa melakukan presentasi?
    Sebelum melakukan presentasi bisnis, seorang pembicara harus mampu menjawab pertanyaan mengapa melakukan presentasi bisnis. Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya akan sangat bervariasi antara seoarang dengan orang yang lain.
    6. Bagaimana melakukan presentasi?
    Dalam melakukan presentasi seorang pembicara tentunya memiliki strategi yang berbeda-beda. Selain itu, perlu diperhatikan apakah presentasi bisnis memerlukan tata letak meja dan kursi secara khusus untuk diskusi kelompok, atau posisi meja dan kursi diatur searah kedepan.

    2.5  ANALISIS BAHASA TUBUH
    1. Ekspresi wajah
    Ekspresi wajah merupakan salah satu bahasa tubuh yang dapat memberikan arti senang, sedih, cemberut, atau marah. Wajah dapat mengungkapkan ekspresi dirinya dengan polos.
    2. Senyuman
    Tidak ada komunikasi yang lebih handal diantara manusia selain senyum. Senyum dapat menghapus beda pendapat, mengobati rasa sakit, memulai hubungan, menyakinkan teman, dan menyanpaikan penghargaan.
    3. Kontak mata
    Kontak mata yang efektif dan efisien adalah cirri-ciri profesionalitas pembicara. Pada menit-menit pertama melakukan presentasi bisnis, kontak mata memiliki makna yang cukup menentukan bagi keberhasilan suatu presentasi.
    4. Gerakan tangan
    Gerakan tangan pada saat melakukan presentasi bisnis akan dapat membantu pembicara untuk lebih menyakinkan atau memperkuat topic bahasan tertentu.
    5. Gerakan bahu
    Gerakan bahu pembicara dalam melukukan presentasi bisnis untuk menunjukan kepercayaan diri atau menyerah.
    6. Gerakan kepala
    Gerakan pembicara bagi pembicara dapat digunakan menunjukan sikap setuju atau menolak sesuatu.
    7. Cara berdiri
    Dengan posisi berdiri dapat memberikan kebebasan atau keleluasaan pembicara untuk mengekspresikan kemampuannya menyampaikan pesan-pesan bisnis dihadapan audiens.


    2.6 PENINJAUAN LOKASI
    Peninjauan lokasi bagi pembicara merepakan salah satu factor penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan presentasi bisnis. Disamping mengetuhui posisi alat Bantu presentasi bisnis, tata letak untuk tempat duduk juga perlu diperhatikan. Selain itu, posisi podium juga perlu diperhatikan apakah menutupi pandangan audiens atau tidak.

    2.7  PERCAYA DIRI
    Ketidakpercayaan diri seorang pembicara dalam suatu presentasi bisnis diekspresikan dalam berbagai macam sikap atau perilaku gemetar, bicara terputus-putus, tangan berkeringat dingin, mulut kering, terlalu banyak liur, tersengal-sengal, tegang wajah, dan tenggorokan tersumbat. Ada beberapa cara untuk mengendalikan hal tersebut.
    2.8 BERLATIH PRESENTASI BISNIS
    Agar presentasi bisnis yang dilakukan oleh pembicara dapat mencapai sasarannya, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini :
    1. Identifikasi audiens
    2. Buatlah pokok-pokok pikiran presentasi bisnis
    3. Tulislah teks presentasi bisnis dengan lengkap
    4. Buatlah rangkuman presentasi bisnis ke dalam sub-subjudul
    5. Tulislah ke dalam kartu ukuran kartu pos.











    BAB III
    PENUTUP


    3.1 Kesimpulan
    Presentasi bisnis kerap kali dilakukan dalam dunia bisnis, baik dalam kaitannya dengan masalah pemasaran, keuangan, personalia, produksi, dan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan berbagai faktor yang dapat menunjang keberhasilan presentasi secara efektif.

    Presentasi bisnis memiliki empat tujuan utama yaitu menginformasikan pesan-pesan bisnis, menghibur audiens, menyentuh emosi audiens, dan memotivasi audiens untuk melakukan sesuatu. Meskipun dalam prakteknya, suatu perusahaan dapat saja bertujuan untuk sekedar menyampaikan pesan-pesan bisnis tertentu bagi audiens.

    Sebelum melakukan presentasi bisnis perlu dipersiapkan beberapa hal seperti penguasaan materi yang ingin disampaikan, penguasaan alat bantu presentasi bisnis, menganalisa audiens dan menganalisis lingkungan tempat berlangsungnya presentasi bisnis.

    Alat bantu presentasi bisnis yang ada di pasar saat ini cukup banyak variasinya mulai dari yang paling sederhana sampai pada alat bantu visual elektronik dengan teknologi canggih. Sebagai sarana pendukung dalam presentasi bisnis, alat bantu itu diharapkan mampu memperjelas pemahaman para audiens dalam menangkap suatu materi dan menarik bagi audiens.

    Dalam melakukan presentasi bisnis, seorang presenter sebaiknya melakukan analisis audiens baik yang berkaitan dengan apa, siapa, kapan, dan bagaimana presentasi bisnis itu dilakukan. Selain itu, perlu juga seorang presenter menganalisis bahasa tubuh yang sebaiknya digunakan, serta peninjauan lokasi secara sekilas.

    Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah bagaimana berupaya untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan berlatih melakukan presentasi bisnis.

    3.2 Saran
      Setelah mengetahui tentang berbagai tujuan, tahapan serta bagaimana cara melakukan presentasi bisnis, kita diharapkan dapat melakukan presentasi bisnis dengan baik dan benar.
     







































    DAFTAR PUSTAKA

    Pratminingsih, Sri Astusi. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
    Purwanto, Djoko. 2010. Komunikasi Bisnis Edisi ke-4. Jakarta: Erlangga.

    http://googleweblight.com/?lite_url=http://situkangtugas.blogspot.co.id/%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=291&host=www.google.co.id&ts=1461655857&sig=APY536zdEKyWSgK3qcWwD3mVrB4HefBxyA