TUGAS SOFTSKILL KOMUNIKASI
BISNIS
“Pola
Komunikasi Dalam Organisasi”
Disusun oleh :
Duwi Tri Cahyani
Kelas : 2 df 02
Dosen : Tantyo Setyowati
Jurusan
Manajemen Keuangan
Direktorat
Diploma Tiga Bisnis dan Kewirausahaan
Universitas
Gunadarma
ATA 2015 / 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya kami
dapat menyelesaikan makalah “ Pola Komunikasi dalam Organisasi” ini tepat pada
waktunya .
Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
Softskill Komunikasi Bisnis.
Semoga makalah ini
dapat memberikan informasi kepada pembaca. Kami mengucapkan terimaksih kepada
semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penulisan makalah ini dan
kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab
itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak dapat menyempurnakan
makalah ini.
Bekasi
, 20 Maret 2016
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR
ISI........................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi dalam organisasi.......................................................... 2
2.2
Pola
Komunikasi Organisasi.............................................................................. 3
2.2.1
Komunikasi Formal................................................................................... 3
2.2.2
Komunikasi Informal................................................................................ 5
2.3 Bagan Pola Komunikasi Organisasi................................................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Semua gagasan besar manajemen hanya akan terhenti di
belakang meja saja, apabila para pemimpin tidak memiliki kemampuan penyampaian
pesan melalui komunikasi. Rencana seorang pemimpin boleh jadi yang terbaik di
dunia, tetapi apabila dapat dikomunikasikan , kesemua hal menjadi tidak
berharga. Padahal suatu komunikasi yang efektif dapat mendorong timbulnya
prestasi lebih baik dan memicu kepuasan kerja .komunikasi adalah jembatan “
arti” diantara para pekerja sehingga mereka dapat berbagi hal yang dirasakan
dan perlu untuk diketahui . dengan menggunakan jembatan ini , seorang pekerja
dapat menyebrangi sungai kesalah pahaman dengan selamat dari ancaman yang dapat
menceraiberaikan mereka hal terpenting dalam komunikasi adalah paling sedikit
harus melibatkan dua orang yakni adanya pengirim dan adanya penerima . dalam
konteks kerja , seorang eksekutif berkata, produktifitas akan muncul apabila
pekerja mengetahui apa yang mereka lakukan , dan hal tersebut akan
menguntungkan mereka mengkomunikasikan kembali. Dalam penyampaian komunikasi
setidaknya ada enam langkah yang harus diperhatikan . pertama mengembangkan
gagasan ,kedua penyandian, ketiga media penyampaian , keempat penerimaan ,
kelima pengolahan sandi, keenam penggunaan.
Suatu organisasi tidak akan terwujud tanpa adanya
komunikasi. Karena komunikasi adalah penyampaian informasi atau pemahaman dari
seorang pekerja , kepada pekerja lain , atau dari seorang atasan kepada bawahan
dan sebaliknya . komunikasi diantara pemimpin perlu dikembangkan mngingat pemimpin
berada agak jauh dari titik pelaksanaan pekerjaan namun demikian mereka
adalahpengambil keputusan yang kompeten . demikian pula halnya , hamper semua
informasi penting dan berbobot kebanyakan terdapat di kelompok para pemimpin .
disamping itu pengaruh manajerial dari seorang pemimpin lebih besar daripada
pengaruh para pekerja secara umum. Komunikasi diantara para pemimpin diperlukan
demi kepentingan komunikasi para pemimpin.itu sendiri, dimana mereka
membutuhkan komunikasi dan pemahaman yang akuratterhadap pesan komunikasi.
Khususnya dalam possisi mereka sebagai penghubung batas yang kuat , yaitu penghubung
mata rantai komunikasi dalam cangkupan yang lebih luas, dalam posisinya sebagai
sumber status dan kekuasaan yang potensial dan kredibel pada mata rantai
komunikasi oraganisai baik di sector bisnis maupun di sector public , dan
bahkan juga di sector pendidikan pada dasarnya berakar pada kesenjangan
komunikasi.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang dimaksud komunikasi dalam organisasi ?
2.
Bagaimana
pola komunikasi dalam organisasi?
3.
Apa
saja yang termasuk dalam pola komunikasi dalam organisasi?
1.3 Tujuan
Penulisan
Agar
dapat lebih memahami mengenai komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi ,
sehingga kelak dapat di praktekkan pada saat berada dalam organisasi bisnis,
serta dapat berkomunikasi dengan baik berdasarkan pola komunikasi yang ada
dalam perusahaan
2.1 Pengertian Komunikasi
dalam Organisasi
a. Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” dalam
bahasa inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk
mencapai kesamaan makna , “communness” .
Melalui komunikasi kita mencoba berbagi
informasi , gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya.
Komunikasi adalah proses penyampaian
informasi dari satu orang ke orang lain. Komunikasi yang efektif adalah prose
pengiriman pesan dengan sedemikian rupa sehingga pesan yang diampaikan memiliki
makna sedekat mungkin dengan yang di makdud si pengirim.
Definisi tentang komunikasi yang efektif di
dasarkan pada konsep makna dan konsistensi dari makna . makna adalah ide yang
ingin dikomunikasikan oleh individu yang
melopori komunikasi. Dalam komunikasi efektif, makna di transmisikan sedemikian
rupa sehingga orang yang menerimanya paham.
b. Pengertian Organisasi
Organisasi
adalah sebuah wadah yang menampung orang – orang dan objek – objek di mana
dalam wadah tersebut terdapat tujuan bersama yang ingin di capai.
Organisasi dianggap sebagai pemroses informasi benar
dengan input troughput dan output .
Kaum subjectivis mendefinisikan organisasi sebagai
perilaku pengorganisasian . berdasarkan definisi ini , pengetahuan mengenai
organisasi harus diperoleh dengan melihat perilaku- perilaku itu bagi mereka
yang melakukannya .
c. Pengertian Komunikasi dalam Organisasi
komunikasi organisasi dapat di definisikan sebagai pertunjukan
dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan
hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu
lingkungan.
2.2 Pola komunikasi
Organisasi
Komunikasi
dalam organisasi terbagi menjadi 2 yaitu formal dan informal.
2.2.1
Komunikasi formal
Jalur komunikasi resmi yang
mengalir dalam rantai komando atau hubungan tugas dan tanggung jawab dalam
organisasi.
Komunikasi formal terbagi atas tiga bagian
yaitu:
a.
Komunikasi ke bawah atau downward communication, yaitu komunikasi yang dikirim ke bawah dari
menejemen puncak pada bawahan. Seperti:
·
Pemberian
atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
·
Penjelasan
dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job
retionnale)
·
Penyampaian
informasi mengenai peraturan –peraturan yang berlaku (procedures and practices)
·
Pemberian
motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik
b. Komunikasi
ke atas atau upward communication, yaitu pesan yang dikirimkan dari tingkat bawah ke
tingkat atas dalam hirarki komunikasi.seperti:
·
Penyampaian informasi tentang
pekerjaan-pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
·
Penyampaian
informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat
diselesaikan oleh bawahan
·
Penyampaian
saran-saran dari bawahan
·
Penyampaian
keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Komunikasi keatas menjadi terlalu rumit dan menyita
waktu dan mungkin hanya segelintir kecil manajer organisasi yang mengetahui
cara memperoleh informasi dari bawah.
Sharma ( 1979 ) mengemukakan empat alasan mengapa
komunikasi ke atas terlihat amat sulit:
·
Kecenderungan
bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka
·
Perasaan
bahwa atasan mereka tidak tertarik pada masalah yang dialami pegawai
·
Kurangnya
penghargaan bagi komunikasi ke atas yang dilakukan pegawai
·
Perasaan
bahwa atasan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan
pegawai
c. Komunikasi
horizontal, yaitu
pertukaran secara lateral atau diagonal diantara sesame atau rekan kinerja.
Komunikasi
horizontal melibatkan satu dari tiga kategori di bawah ini :
·
Pemecahan
masalah intradepartenetal, yaitu pesan ini mengambil tempat diantara anggota
dalam departemen yang sama dan menitikberatkan pada pemenuhan tugas.
·
Koordinasi
interdepartemental, yaitu pesan interdepartemental memfasilitasi pemenuhan
proyek dan tugas bersama.
·
Perubahan
inisiatif dan perbaikan pesan ini di disain untuk berbagi informasi diantara
tim dan departemen yang dapat membantu perubahan, pertumbuhan, dan perbaikan
organisasi.
d. Interline
Comunication, yaitu
tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional.
Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas saluran ini karena
biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional karena
terdapat banyak komunikasi lintas saluran yang
dilakukan spesialis satf dan orang –orang lainnya yang perlu berhubungan
dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk
membimbing komunikasi lintas saluran.
2.2.2 Komunikasi Informal
Komunikasi
informal adalah komunikasi yang terjadi antara karyawan dalam suatu organisasi
yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas dari kewenangan
dan fungsi jabatan mereka. Komunikasi informal terbagi atas tiga bagian yaitu:
a. Rumor,
yaitu jaringan
informasi yang bias menembus seluruh lapisan organisasi. Rumor ditemukan dalam
semua organisasi kecuali dalam organisasi yang sangat kecil, tetapi tidak
selalu mengikuti pola yang sama dan tidak perlu menyesuaikan dengan jalur-jalur
wewenang dan komunnikasi formal. Rumor terdiri dari beberapa jenis :
·
Rantai
gossip, terbetuk saat satu orang menyebarkan pesan ke orang banyak.tiap orang
ini, selanjutnya, merahasiakan informasi tersebut atau menyampaikan ke orang
lain lagi.rantai gossip cenderung melibatkan informasi pribadi.
·
Rantai
tandan, dimana satu orang menyebarkan informasi pada sejumlah kecil individu
terpilih. Beberapa dari penerima informasi selanjutnya menyebarkan informasi
kepada sejumlah kecil individu lain berikutnya, sisanya menyimpan informasi
untuk diri sendiri.
Rumor bias
menjadi asset. Dengan mengenal individu kunci dari rantai rumor, menejemen
dapat mengendalikan informasi yang mereka terima dan menggunakan rumor untuk
mengetahui reaksi karyawan terhadap ide baru seperti perubahan kebijakan
personalia atau paket tunjangan. Menejer juga bias mendapatkan informasi
bernilai dari rumor untuk memperbaiki proses pembuatan keputusan.
b. Management
by Wandering Around, ide
dasar manajemen by wandering around adalah sejumalah manajer mencari atau apa
yang terjadi dengan berkeluyuran dan berbicara kepada bawahan langsung, bawahan
jauh , petugas pengiriman , konsumen , atau siapa saja yang terkait dengan
perusahaan.
c. Komunisaki
non verbal , adalah setiap interaksi komunikatif yang tidak
menggunakan kata –kata atau yang
memanfaatkan kata- kata untuk menyampaikan makna lebih luas dari pengertian
kata – kata iti sendiri. Terdapat 3 jenis komunikasi non verbal yang di
praktikkan manajer , yaitu,citra, latar, dan bahsa tubuh. dalam konteks
organisasi , citra adalah jenis kata –kata yang dipilih . “ abaikan peringatan
bahayanya , terus maju dengan kecepatan penuh” . latar dan komunikasi berperan
penting dalam komunikasi non verbal. Pembatasan , keakraban,wilayah pribadi,dan
elemen lain dari latar semuanya penting. Komunikasi non verbal mengandalkan
ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak fisik, dan isyrat.
2.3 Bagan Pola Komunikasi
Organisasi
BAB III
PENUTUP
3.1
kesimpulan
Dalam pola komunikasi organisasi terdapat 2 bentuk
komunikasi yaitu komunikasi Formal dan Informal . dalam komunikasi formal terdiri dari
komunikasi kebawah, komunikasi ke atas, horizontal , serta vertical. Sedangkan
komunikasi informal antara lain rumor, manajement by wandering around, dan
komunikasi verbal.
Dalam organisasi komunikasi
sangat di butuhkan untuk kelancaran suatu organisasi , tanpa adanya komunikasi
suatu informasi ataupun ide tidak akan dapat tersampaikan dengan baik. Pola
komunikasi harus didsesuiakan dengan kondisi yang sedang terjadi .
DAFTAR PUSTAKA
Honiatri,Euis,
Keterampilan Dasar Komunikasi ,penerbit
ARMICO
Mohammad,arni.Dr.1995.Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi
Aksana.
Mar’at
,Prof.Dr. 1983. Pemeimpin dan
Kepemimpinan. PT.Ghalia Indonesia. Jakarta
