Senin, 21 Maret 2016

pola komunikasi dalam organisasi


TUGAS SOFTSKILL KOMUNIKASI BISNIS
 “Pola Komunikasi Dalam Organisasi”



Disusun oleh :
Duwi Tri Cahyani

Kelas : 2 df 02


Dosen : Tantyo Setyowati

Jurusan Manajemen Keuangan
Direktorat Diploma Tiga Bisnis dan Kewirausahaan
Universitas Gunadarma
ATA 2015 / 2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah “ Pola Komunikasi dalam Organisasi” ini tepat pada waktunya .
            Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Softskill Komunikasi Bisnis.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada pembaca. Kami mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penulisan makalah ini dan kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak dapat menyempurnakan makalah ini.















Bekasi , 20 Maret 2016




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3  Tujuan Penulisan................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Komunikasi dalam organisasi.......................................................... 2
2.2  Pola Komunikasi Organisasi.............................................................................. 3
2.2.1 Komunikasi Formal................................................................................... 3
2.2.2 Komunikasi Informal................................................................................ 5
2.3 Bagan Pola Komunikasi Organisasi................................................................... 6

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Semua gagasan besar manajemen hanya akan terhenti di belakang meja saja, apabila para pemimpin tidak memiliki kemampuan penyampaian pesan melalui komunikasi. Rencana seorang pemimpin boleh jadi yang terbaik di dunia, tetapi apabila dapat dikomunikasikan , kesemua hal menjadi tidak berharga. Padahal suatu komunikasi yang efektif dapat mendorong timbulnya prestasi lebih baik dan memicu kepuasan kerja .komunikasi adalah jembatan “ arti” diantara para pekerja sehingga mereka dapat berbagi hal yang dirasakan dan perlu untuk diketahui . dengan menggunakan jembatan ini , seorang pekerja dapat menyebrangi sungai kesalah pahaman dengan selamat dari ancaman yang dapat menceraiberaikan mereka hal terpenting dalam komunikasi adalah paling sedikit harus melibatkan dua orang yakni adanya pengirim dan adanya penerima . dalam konteks kerja , seorang eksekutif berkata, produktifitas akan muncul apabila pekerja mengetahui apa yang mereka lakukan , dan hal tersebut akan menguntungkan mereka mengkomunikasikan kembali. Dalam penyampaian komunikasi setidaknya ada enam langkah yang harus diperhatikan . pertama mengembangkan gagasan ,kedua penyandian, ketiga media penyampaian , keempat penerimaan , kelima pengolahan sandi, keenam penggunaan.

                                    Suatu organisasi tidak akan terwujud tanpa adanya komunikasi. Karena komunikasi adalah penyampaian informasi atau pemahaman dari seorang pekerja , kepada pekerja lain , atau dari seorang atasan kepada bawahan dan sebaliknya . komunikasi diantara pemimpin perlu dikembangkan mngingat pemimpin berada agak jauh dari titik pelaksanaan pekerjaan namun demikian mereka adalahpengambil keputusan yang kompeten . demikian pula halnya , hamper semua informasi penting dan berbobot kebanyakan terdapat di kelompok para pemimpin . disamping itu pengaruh manajerial dari seorang pemimpin lebih besar daripada pengaruh para pekerja secara umum. Komunikasi diantara para pemimpin diperlukan demi kepentingan komunikasi para pemimpin.itu sendiri, dimana mereka membutuhkan komunikasi dan pemahaman yang akuratterhadap pesan komunikasi. Khususnya dalam possisi mereka sebagai penghubung batas yang kuat , yaitu penghubung mata rantai komunikasi dalam cangkupan yang lebih luas, dalam posisinya sebagai sumber status dan kekuasaan yang potensial dan kredibel pada mata rantai komunikasi oraganisai baik di sector bisnis maupun di sector public , dan bahkan juga di sector pendidikan pada dasarnya berakar pada kesenjangan komunikasi. 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud komunikasi dalam organisasi ?
2.      Bagaimana pola komunikasi dalam organisasi?
3.      Apa saja yang termasuk dalam pola komunikasi dalam organisasi?

1.3  Tujuan Penulisan
Agar dapat lebih memahami mengenai komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi , sehingga kelak dapat di praktekkan pada saat berada dalam organisasi bisnis, serta dapat berkomunikasi dengan baik berdasarkan pola komunikasi yang ada dalam perusahaan











2.1 Pengertian Komunikasi dalam Organisasi
            a. Pengertian Komunikasi
                        Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” dalam bahasa inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna , “communness” .
                        Melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi , gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya.
                        Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain. Komunikasi yang efektif adalah prose pengiriman pesan dengan sedemikian rupa sehingga pesan yang diampaikan memiliki makna sedekat mungkin dengan yang di makdud si pengirim.
                        Definisi tentang komunikasi yang efektif di dasarkan pada konsep makna dan konsistensi dari makna . makna adalah ide yang ingin dikomunikasikan oleh individu  yang melopori komunikasi. Dalam komunikasi efektif, makna di transmisikan sedemikian rupa sehingga orang yang menerimanya paham.
b. Pengertian Organisasi
             Organisasi adalah sebuah wadah yang menampung orang – orang dan objek – objek di mana dalam wadah tersebut terdapat tujuan bersama yang ingin di capai.
            Organisasi dianggap sebagai pemroses informasi benar dengan input troughput dan output .
            Kaum subjectivis mendefinisikan organisasi sebagai perilaku pengorganisasian . berdasarkan definisi ini , pengetahuan mengenai organisasi harus diperoleh dengan melihat perilaku- perilaku itu bagi mereka yang melakukannya .
c. Pengertian Komunikasi dalam Organisasi
            komunikasi organisasi dapat di definisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

2.2 Pola komunikasi Organisasi
            Komunikasi dalam organisasi terbagi menjadi 2 yaitu formal dan informal.
            2.2.1 Komunikasi formal
                                    Jalur komunikasi resmi yang mengalir dalam rantai komando atau hubungan tugas dan tanggung jawab dalam organisasi.
                     Komunikasi formal terbagi atas tiga bagian yaitu:
a.       Komunikasi ke bawah atau downward communication, yaitu komunikasi yang dikirim ke bawah dari menejemen puncak pada bawahan. Seperti:
·         Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
·         Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
·         Penyampaian informasi mengenai peraturan –peraturan yang berlaku (procedures and practices)
·         Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik

b.      Komunikasi ke atas atau upward communication, yaitu pesan yang dikirimkan dari tingkat bawah ke tingkat atas dalam hirarki komunikasi.seperti:
·          Penyampaian informasi tentang pekerjaan-pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
·         Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
·         Penyampaian saran-saran dari bawahan
·         Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Komunikasi keatas menjadi terlalu rumit dan menyita waktu dan mungkin hanya segelintir kecil manajer organisasi yang mengetahui cara memperoleh informasi dari bawah.
Sharma ( 1979 ) mengemukakan empat alasan mengapa komunikasi ke atas terlihat amat sulit:
·         Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka
·         Perasaan bahwa atasan mereka tidak tertarik pada masalah yang dialami pegawai
·         Kurangnya penghargaan bagi komunikasi ke atas yang dilakukan pegawai
·         Perasaan bahwa atasan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai


c.       Komunikasi horizontal, yaitu pertukaran secara lateral atau diagonal diantara sesame atau rekan kinerja.
Komunikasi horizontal melibatkan satu dari tiga kategori di bawah ini :
·         Pemecahan masalah intradepartenetal, yaitu pesan ini mengambil tempat diantara anggota dalam departemen yang sama dan menitikberatkan pada pemenuhan tugas.
·         Koordinasi interdepartemental, yaitu pesan interdepartemental memfasilitasi pemenuhan proyek dan tugas bersama.
·         Perubahan inisiatif dan perbaikan pesan ini di disain untuk berbagi informasi diantara tim dan departemen yang dapat membantu perubahan, pertumbuhan, dan perbaikan organisasi.

d.      Interline Comunication, yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional karena terdapat banyak komunikasi lintas saluran yang  dilakukan spesialis satf dan orang –orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas saluran.

2.2.2 Komunikasi Informal
   Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi antara karyawan dalam suatu organisasi yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka. Komunikasi informal terbagi atas tiga bagian yaitu:
a.      Rumor, yaitu jaringan informasi yang bias menembus seluruh lapisan organisasi. Rumor ditemukan dalam semua organisasi kecuali dalam organisasi yang sangat kecil, tetapi tidak selalu mengikuti pola yang sama dan tidak perlu menyesuaikan dengan jalur-jalur wewenang dan komunnikasi formal. Rumor terdiri dari beberapa jenis :
·         Rantai gossip, terbetuk saat satu orang menyebarkan pesan ke orang banyak.tiap orang ini, selanjutnya, merahasiakan informasi tersebut atau menyampaikan ke orang lain lagi.rantai gossip cenderung melibatkan informasi pribadi.
·         Rantai tandan, dimana satu orang menyebarkan informasi pada sejumlah kecil individu terpilih. Beberapa dari penerima informasi selanjutnya menyebarkan informasi kepada sejumlah kecil individu lain berikutnya, sisanya menyimpan informasi untuk diri sendiri.
 Rumor bias menjadi asset. Dengan mengenal individu kunci dari rantai rumor, menejemen dapat mengendalikan informasi yang mereka terima dan menggunakan rumor untuk mengetahui reaksi karyawan terhadap ide baru seperti perubahan kebijakan personalia atau paket tunjangan. Menejer juga bias mendapatkan informasi bernilai dari rumor untuk memperbaiki proses pembuatan keputusan.
b.      Management by Wandering Around, ide dasar manajemen by wandering around adalah sejumalah manajer mencari atau apa yang terjadi dengan berkeluyuran dan berbicara kepada bawahan langsung, bawahan jauh , petugas pengiriman , konsumen , atau siapa saja yang terkait dengan perusahaan.
c.       Komunisaki non verbal ,  adalah setiap interaksi komunikatif yang tidak menggunakan kata –kata  atau yang memanfaatkan kata- kata untuk menyampaikan makna lebih luas dari pengertian kata – kata iti sendiri. Terdapat 3 jenis komunikasi non verbal yang di praktikkan manajer , yaitu,citra, latar, dan bahsa tubuh. dalam konteks organisasi , citra adalah jenis kata –kata yang dipilih . “ abaikan peringatan bahayanya , terus maju dengan kecepatan penuh” . latar dan komunikasi berperan penting dalam komunikasi non verbal. Pembatasan , keakraban,wilayah pribadi,dan elemen lain dari latar semuanya penting. Komunikasi non verbal mengandalkan ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak fisik, dan isyrat.
2.3 Bagan Pola Komunikasi Organisasi





BAB III
PENUTUP

3.1              kesimpulan
Dalam pola  komunikasi organisasi terdapat 2 bentuk komunikasi yaitu komunikasi Formal dan Informal .  dalam komunikasi formal terdiri dari komunikasi kebawah, komunikasi ke atas, horizontal , serta vertical. Sedangkan komunikasi informal antara lain rumor, manajement by wandering around, dan komunikasi verbal.
Dalam organisasi komunikasi sangat di butuhkan untuk kelancaran suatu organisasi , tanpa adanya komunikasi suatu informasi ataupun ide tidak akan dapat tersampaikan dengan baik. Pola komunikasi harus didsesuiakan dengan kondisi yang sedang terjadi .


















DAFTAR PUSTAKA

Honiatri,Euis, Keterampilan Dasar Komunikasi ,penerbit ARMICO
Mohammad,arni.Dr.1995.Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksana.
Mar’at ,Prof.Dr. 1983. Pemeimpin dan Kepemimpinan. PT.Ghalia Indonesia. Jakarta