Rabu, 26 November 2014

cerpen bhs indonesia



Apakah Aku Seperti Hantu?

Ada seorang temanku yang bertanya kepadaku, “Apakah kamu belum pernah pacaran?”. Saat itu aku hanya membalas dengan senyuman yang membuat gigiku kering. Akupun langsung kembali ke mejaku dan langsung mengambil air mineral lalu meminumnya, tapi tak ku sangka temanku akan menanyakan hal yang dapat membuatku tersedak. Bayangkan ! dia bertanya padaku, “Apakah kamu normal ?”
“Apa ! ya jelas aku ini normal ! aku juga suka dengan pria tampan, tapi hanya dengan pria tampan !karena seleraku tinggi!”ucapku. taukah anda bagaimana perasaanku saat mendengar pertanyaan temanku itu? Rasanya bagaikan tersambar petir di siang bolong !sakitnya tuh disini, tepat dalam hatiku.akupun langsung menghampiri temanku dan duduk disampingnya, lalu kuceritakan kisah cinta pertamaku pada seseorang , seseorang itu bernama dimas .
Seperti biasa, aku selalu berangkat lebih awal di saat ujian sekolah sedang berlangsung. Ada dua sebab aku berangkat lebih awal. Pertama, karena aku harus mencari kelas yang membutuhkan waktu yang lama. Dan yang kedua, karena aku lebih fokus belajar di sekolah daripada di rumah.
Sesampainya di kelas, akupun langsung mencari meja yang mempunyai nomer yang sama pada kartu ujianku, dan ternyata aku duduk tepat di samping pria yang masuk dalam kategori 10 besar pria tertampan di sekolahku. Dia mempunyai kulit yang putih dengan gaya potongan rambut cepak, dan dia juga memakai kacamata yang membuatnya terlihat lebih pandai. Jika kita lihat gayanya seperti Takeru Satoh saat menjadi Urasimataro. Ya pria itu adalah Dimas.  
Baru saja aku duduk di sampingnya, tiba-tiba dia langsung mengendus-endus seperti mencium sesuatu dan menoleh ke arahku lalu pergi ke luar kelas. Kau tau tatapan matanya sangat tajam hingga membuat setiap wanita yang melihatnya meleleh, “tapi dia tadi mencium apa ya? “ gumamku dalam hati. Ku coba mengendus-endus juga namun tak ada bau mie, bakso, otak-otak juga bukan! “walah, jangan-jangan bau ketek ku!”pekikku karena menemukan asal bau itu. Tapi tak separah seperti biasanya karena aku memakai minyak wangi. he he
Cinta dapat datang kapan dan dimana saja, termasuk saat sedang ujian, awalnya aku tak acuh  pada laki-laki yang berada di sampingku, hingga saat isi pulpenku habis tiba- tiba dia mengulurkan tangannya dan memberikan satu-satunya pulpen yang ia miliki, sejak saat itu aku mulai menyukainya, dan aksi penguntitan pun di mulai, mula – mula aku hanya mempehatikan dia dari balik jendela kelas, di bawah sinar mentari dia asyik berlari mengelilingi lapangan sekolah, rambutnya yang tertiup oleh angin menambah sejuk pemandangan yang terlihat di mataku. Hingga suatu hari, seorang temanku sebut saja Peri Palsu, dia melihat kemana arah pandanganku dan mengetahui bahwa aku menyukai pria itu. Dan dia pun mengatakan pada Dimas.   
Saat pulang sekolah, tak sengaja aku melihat dia yang berada di lantai 2 sekolahku, seketika pandangan mataku tertuju padanya, sambil berjalan akupun terus memandanginya. terdengar suara seseorang berteriak yang membuyarkan perhatianku pada Dimas, dan akupun menoleh, sebuah tiang bendera besar yang berdiri sejak lama berada tepat dihadapanku, alhasil, tabrakkan pun tak terelakkan. kepalaku serasa bola tenis yang terpukul dengan tongkat kayu. Kulihat tiang bendera yang aku tabrak berguncang dengan hebatnya dan meninggalkan bunyi mendengung yang membuat banyak orang tertuju kepadaku. Secepat kilat kututupi wajahku dengan tas dan berusaha berlari sekencang mungkin, meninggalkan tiang yang masih berdiri pada posisinya.
Dari kejauhan terdengar suara seseorang memanggilku seraya menghampiriku dan bertanya, “ Duwi, kepala kamu sakit gak?” ucapnya cemas.
“ooww, gak! Gak salah lagi! Jawabku sambil terus memegang keningku. Sebenarnya sakitnya tuh tak seberapa, tapi malunya itu yang membuat kepalaku jadi  nyut-nyutan . apalagi Dimas juga ikut menoleh saat tiang itu berguncang.
 Ke esokan harinya giliranku untuk mengabsen kelas-kelas lain, sampai tiba saatnya aku masuk ke kelas Dimas,akupun teringat perkataan peri palsu, dia berkata padaku bahwa dia telah memberi tahu perasaanku pada Dimas,saat ini kulihat dia duduk di bangku paling depan dan akupun melewatinya.
Walau ku coba melewatimu, kau tampak tidak tertarik
Kau  justru berpaling dan asyik berbicara dengan temanmu
Ayolah ! lihat ke arahku !
 Sampai aku keluar kelaspun dia tetap tak melihatku. Sedih rasanya tapi mungkin dia sedang sibuk.
Dari musim Durian sampai musim Rambutan diriku masih mengharapkannya. Akhirnya tiba saatnya untuk perpisahan. Aku  terus memandangi Dimas yang menjadi bintang acara dalam pepisahan sekolahku, dalam lamunan akhirnya ku dapat ide cemerlang, saat acara selesai akupun memohon pada teman ku, sebut saja Si Cantik. Aku memintanya untuk berfoto dengan Dimas, awalnya ku minta Si Cantik untuk membawakan HP miliku dan aku berpura-pura tak sengaja lewat, itulah rencanaku. saat aku lewat dia memanggilku dan memintaku untuk memotret mereka berdua, akupun meminta dimas untuk tersenyum, dan dia pun tersenyum sangat manis hingga rasanya aku tak dapat berpijak pada tanah, dan akupun memotret mereka berdua, saat ingin pergi tiba-tiba di luar rencana teman ku mengeluarkan HP miliknya seraya berkata “ tolong dong foto di HP ku juga” ucap Si Cantik sambil mengeluarkan HP dari saku bajunya. Seketika wajah Dimas pun terlihat kebingungan seakan bertanya “ lalu HP siapa yang tadi buat motret aku?”. Dengan menahan amarah akupun memotret untuk yang kedua kali, namun saat aku bilang untuk tersenyum terlihat jelas di wajah Dimas bahwa dia sangat kesal.  Tak hanya dia yang kesal sebenarnya aku juga, Si Cantik memang tak pandai berbohong, Rencana yang ku susun sedemikian rupa berantakan hanya karena Si Cantik mengeluarkan HP miliknya.
Saat pulang dari perpisahaan tak kusangka bus yang aku naiki berhenti bersebelahan dengan bus yang dinaiki oleh Dimas, aku pun langsung menoleh ke arah bus nya , ku lihat dia sedang asyik bercanda dengan temannya dengan wajah yang sangat bahagia, hingga saat dia menoleh ke arah bus ku, dan melihat aku yang sedang memandanginya dengan seketika dia pun kembali menoleh ke arah temannya dan saat itu juga tiba-tiba gordyn penutup jendela busnya pun langsung tertutup hingga wajahnya tak dapat ku lihat lagi.”siapa sih yang berani-beraninya mennutup gordyn itu!” ucapku kesal, tapi setelah aku berpikir lagi mungkin Dimas lah yang menutup gordyn bus itu. Sebenarnya ku tahu benar bahwa dia tak suka padaku, namun melihatnya selalu takut padaku adalah hiburan tersendiri bagiku, jika dipikir –pikir aku seperti lagu om sule,” gak punya taring, gak punya cakar, loh kok takut”

Semenjak kejadian itu aku pernah beberapa kali bertemu dengan Dimas, namun dia selalu pergi dan lari saat berjumpa dengan ku, hingga pernah beberapa kali aku bepikir “apakah aku sepeti hantu?sampai dia takut saat melihatku?” tanyaku pada diri sendiri.
 Pernah ada yang berkata bahwa jika kita menyukai seseorang katakanlah sebelum kita menyesal, namun kata – kata itu tak berlaku untukku, bagaimana bisa kita ungkapkan perasaan kita, jika melihat kita saja orang itu sudah takut. Menurutku solusi yang tepat adalah jangan pernah mengharapkan lebih pada seseorang, seperti kata – kata di komik kesayanganku:  

 jika tak mengharapkan, maka tak kan merasa tersakiti”.

 Itulah pilihan yang bijak bagi cinta yang tak terbalas.

Selasa, 18 November 2014

kenangan Dinda

seribu maaf.......


“ haruskah saya menjawabnya !” jawab radi ketus
“ eh ! gak kok lagian kamu kan pinter ini jadi gak ada masalah , iya kan ? sahut dinda sok akrab
Seperti biasa ketika terdengar bel istirahat dinda dan nia keluar paling pertama, dan dinda bercerita ke nia bahwa radi itu lebih tua 3 tahun darinya. Dan saat pelajaran bahasa Indonesia kebetulan pak guru sedang  tidak masuk jadi suasana di kelas saat itu sangat berisik.
“ kak ! tali sepatunya lepas tu !” ucap dinda keceplosan, dan semua muridpun saling berbisik karena salah satu murid mendengar percakapan dinda dan nia di kantin tadi . radipun ingin keluar dari kelas , sampai di pintu kelas dinda berkata
“ aduh kak, maaf tadi keceplosan “ ucap dinda mengulangi kebloonannya
Radipun marah dan membanting pintu , semua muridpun langsung diam .
“ hey bocah !!! jangan sok kau , kau gak tau apa-apa kan !” bentak radi ke dinda . dindapun langsung syok dan teringat akan kematian ibunya . niapun langsung menghampiri radi dan menamparnya
“ heh loe!!! Ikut gue !” ucap nia dan langsung menarik radi keluar kelas
“ hey radi , loe boleh katain dinda bego, tolol, idiot tapi jangan pernah loe bilang dinda itu BOCAH YANG SOK , soalnya itu kata terakhir yang diucapkan penjahat sebelum membunuh ibunya !” cerita nia sambil menangis
Radi langsung syok mendengar cerita nia , bukan karena ia kasihan kepada dinda tapi lebih kepada karena dia mengetahui kejadian itu, kejadian itu terjadi di depan mata radi
“ di….dia….,itu my angel !” ucap radi dengan suara gemetar.radipun lansung duduk di tangga dan niapun mengikuti radi dan duduk di sampingnya.
“apa maksudmu ?” Tanya nia bingung
“ aku ada di situ saat ibunya terbunuh , tepatnya ibunya terbunuh gara – gara aku !” cerita radi sambil mengingat kejadian itu.
“  dulu aku masih kelas 3 SMP , dia mungkin baru kelas 6 SD. Waktu itu aku di cegat sama preman waktu pulang dari les , lalu di waktu preman itu nodongin pisau ke aku tiba-tiba ada anak kecil yang nendang preman itu , preman itu langsung marah dan….”cerita radi terhenti dan langsung menangis.
“ preman itu langsung nusuk ibu itu, aku gak mau anak itu di serang juga dan…setelah itu aku gak inget lagi , waktu aku sadar aku ada di rumah sakit, aku coba cari ibu dan anak yang menolongku tapi gak nemuin, aku….aku..baru tahu dari kamu kalau ibu itu meninggal , 3 tahun aku cari dia buat bilang maaf dan makasih ” ucap radi dan langsung menunduk
“ eh loe tau gak , 3 bulan setelah ibunya meninggal dia masih sering ngelamun , gue sampe bingung gimana biar dia bisa ceria lagi , sampe akhirnya dia nonton drama korea komedi romantis yang pemainnya kata dia ganteng banget dan dia mulai cerita lagi sama gue , nyeritain kalo di jalan ketemu cowok Chinese yang mirip orang korea lah,tapi gue seneng dia bisa ceria lagi” cerita nia
“ jadi gue harap loe jangan ungkit – ungkit itu lagi di depan dinda !” tambah nia
Bel pulang pun berbunyi , semua murid di kelas itu mulai berhamburan keluar dan ketika radi ingin masuk ke kelas dia berpapasan dengan dinda
“ maaf…!”
“ aku minta maaf banget soal tadi “ ucap radi menahan tangis
“ eh? Iya ga papa kok , aku juga yang salah tadi malah harusnya aku yang minta maaf kan? Maaf ya radi !” ucap dinda ceria
“ tapi lain kali jangan ucapin kata itu lagi ya , ku gak suka kata-kata itu” lanjut dinda sambil tersenyum . dinda pun pergi bersama nia dan baru beberapa langkah dari depan kelas radi memanggilnya
“ dinda!!! Hmm makasih !” ucap radi pelan dan langsung tersenyum
Dinda langsung membalas senyum radi dan langsung turun dari kelas
“ eh nia, radi kamu apain tadi kok jadi aneh ! Tanya dinda ke nia dan nia hanya tersenyum
“ tapi ku baru liat dia senyum tadi, sebenernya kalo dia senyum keliatan manis , tapi kok gak pernah senyum ya !” ucap dinda niapun hanya memandangi dinda
Tiba – tiba ada seseorang yang berlari dan menabrak dinda tapi malah orang itu yang terjatuh
“ adauww ! kakiku sakit !” teriak dinda
  Cowok itupun bangun dan minta maaf
“ eh? Dinda ya , maaf banget ya !” ucap dimas
“ hah? Iiiiiya “jawab dinda gugup
Tiba – tiba teman dimas pun datang dan langsung menghampiri dimas
“ eh dim , loe mabuk ya ? ucap teman dimas sambil memainkan ular – ularan
“ apaan sih, eh loe buang gak itu uler !”bentak dimas . dimas pun menoleh ke dinda dan tersenyum
“ ogah !” ucap teman dimas dan langsung melempar ular – ularan itu ke dimas , dimaspun berteriak dan langsung lari lagi di ikuti temannya yang jail . dinda pun memanggil nia yang ada di sampingnya
“ nia !” panggil dinda
“ apa “ sahut nia
“ nia !”panggil dinda lagi
“ apaan sih !” jawab nia
“ iiiiih dia manis bangeet !!!” ucap dinda sambil mencubit pipi nia
“ iya iya , udah tapi nyubitnya sakit tau !” sahut nia sambil menncoba melepaskan tangan dinda dari pipinya . dinda pun melepas tangannya dari pipi nia
“ huhh! Harusnya tadi aku jatoh ya biar kaya di tv , trus dia bantuin aku bangun , ahh pasti kan co cuit banget !” ucap dinda sambil menghayal.
“ lagian loe sih , dimana – mana kalo di tabrak jatoh , eh malah yang nabrak yang jatoh gimana sih !” sahut nia
“ yaudah kapan – kapan kalo aku di tabrak lagi , aku bakalan jatoh deh !” ucap dinda sambil senyam senyum
“ gua doain gak bakalan di tabrak lagi !” ucap nia
“ ih jahat !” sahut dinda sambil cemberut
“ yeh,ini doa baik tau !” ucap nia sambil tersenyum dan mengajak dinda segera pulang

“ heh, dia itu benar – benar !” gumam radi melihat dinda dari kelas atas . dan radipun kembali memakai earphonenya dan berjalan ke tangga untuk pulang.

Rabu, 05 November 2014

Identitas radi?

Seribu maaf untukmu !!


Saat dinda menoleh , dindapun kaget karena dimas berada di hadapannya. Saking kagetnya dinda langsung berdiri dan hampir menjatuhkan mejanya.
“ hey, hati – hati !” ucap radi sambil menangkap meja dinda
Dan semua muridpun tertawa melihat kelucuan dinda, tak terkecuali dimas.
“ siapa yang gak masuk ?” Tanya dimas
“ heh ?” ucap dinda bingung
“ gue suruh ngabsen kelas, siapa yang gak masuk ?” Tanya dimas lagi
“ ooo…, yang gak masuk vani doank !” jawab dinda dengan tampang malu – maluin
Setelah mengabsen dimas pun langsung pergi. Dan dinda masih terus tersenyum sendiri, dinda tersadar setelah radi berdiri untuk mengumpulkan ulangan mtk nya.
“ cepet banget ngumpulinnya aku kan belum selesai !” ucap dinda pelan dengan muka murung. Tak lama kemudian dinda juga mengumpulkan ulangannya.
****
 Saat pembagian rapor bayangan radi tidak datang karena ada acara , dan wali kelas pun menitipkan rapor radi ke ketua kelas yaitu dinda. Saat itu dinda sangat penasaran dengan nilai radi , tapi dinda tidak berani melihat nilai radi jika belum meminta izin terlebih dahulu , hampir setengah jam dinda berpikir dan terkejut ketika mendengar suara orang yang dia kenal
“ udah kalo penasaran liat aja, ga papa kok!” teriak nia di kuping dinda
“ gak papa gimana ? dasar ajaran sesat !” canda dinda
“ yeh! Yaudah gue aja yang buka , ntar kalo di salahin gue yang tanggung jawab !” sahut nia
Niapun membuka rapor yang di simpan di amplop , nia mulai membuka amplop itu dan mengambil rapor yang ada di dalamnya, sedangkan dinda sudah setengah mati penasaran ingin mengetahui nilai radi , saat nia melihat nilai radi dia langsung berteriak
“ gila ! nilainya semua Sembilan ,keren banget !” pekik nia kagum
Dindapun langsung melihat rapor yang di bawa nia
“ wah iya , aku aja rata-rata nilainya delapan !” sahut dinda
“ ha….ha….ha kesaingan loe din !”ejek nia
“ yeh aku udah tau kok !”jawab dinda gak mau kalah
“ masa ? tau dari mana ?” Tanya nia dengan muka nyolotin
“ udah aku tebak kalo dia tuh sebenernya pinter, soalnya udah kelihatan dari mukanya !” jawab dinda sok tau
“ muka pinter ? maksudnya kaya muka ki joko bodo gitu ? kalo mukanya ganteng tuh baru bener !” sahut nia
“ ya gak lah, kalo muka ganteng tuh “kak dimas”,hi..hi..!”jawab dinda sambil senyam senyum
****  
Radipun masuk ke kelas dan seperti biasanya sambil mendengarkan music.diikuti dinda yang datang tidak lama kemudian.dindapun mengambil sesuatu dari tasnya dan kemudian memberikannya kepada radi
“ radi, ini rapornya !” ucap dinda seraya memberikan rapor itu
“ makasih !” jawab radi singkat dan langsung memasukkan rapornya ke tas.
“ heh? Kok gak di liat dulu nilainya ?”Tanya dinda heran
“ nanti di rumah “ jawab radi
“ yah padahal aku mau lihat nilainya !” gurau dinda
Radipun melepas earphonenya dan langsung menoleh ke dinda dengan pandangan tajam
“ bukannya kau sudah melihat nilainya !” ucap radi dingin
Dindapun langsung kaget mendengar ucapan radi dan tidak bisa menjawab kata-kata radi .
“ kenapa tebakan dia selalu benar ?” gumam dinda dalam hati
“ eh?em..ka…ka…”jawab dinda sambil gugup
“ radipun kembali mendengarkan music dan membaca buku
“ udah jangan gugup, bukan masalah besar kan !” ucap radi sambil tersenyum khasnya yang sangat mengerikan
Dindapun langsung meminum sebotol aqua untuk menghilangkan rasa kagetnya. Saat melihat ke lantai dinda tidak sengaja menemukan kartu pelajar milik radi , dibacanya tanggal lahir radi dan dindapun langsung tersedak
“ ugkh..! radi kamu lahir taun 93 ?” tanya dinda
Radipun langsung mengambil kartu itu dan memasukkannya ke dalam tas.
“ haruskah saya menjawabnya !” jawab radi ketus
“ eh ! gak kok lagian kamu kan pinter ini jadi gak ada masalah , iya kan ? sahut dinda sok akrab


Bersambung................

Rabu, 29 Oktober 2014

OMG !!! ternyata kamu?

seribu maaf !!!

Akhirnya dinda memakai jurus ampuhnya , dinda melemparkan dompet itu kearah orang itu dan berhasil ,orang itu berhenti.
“maaf, dompetmu jatuh !”ucap dinda sambil ngos-ngosan ,dan orang itu menoleh ke dinda,dindapun terkejut saat melihat cowok itu.
“aduh , itukan cowok yang jatuh di cosplay gara – gara aku kemarin !”teriak dinda dalam hati
“heh , loe lagi!”ucapnya dengan nada dingin
“ ah…,maaf soal yang kemarin , aku bukannya ngetawain , soalnya aku……..”ucap dinda dan langsung berhenti.
“ soal apa heh?” Tanya dimas
“gak mungkin aku bilang penyakit kalo liat orang cakep kan, ku kan malu!” gumam dinda dalam hati.
“pokoknya maaf banget , orang yang bernama dim !!” ucap dinda sambil menunduk
Dimas pun tertawa mendengar ucapan dari dinda , dan dia berkata “heh,hafal jaug panggilan gue,nama gue dimas bukan dim, gue udah maafin loe soalnya udah ngembaliin dompet gue !”ucap dimas
Dimaspun mengambil dompetnya dan berkata
“makasih ya !” ucap dimas dan langsung pergi
Nia pun menyusul dinda dan melihat dinda sedang tersenyum .
“ din , gue cariin loe sampe puyeng eh loe malah disini !” ucap nia sambil memukul dinda.
“he he aku udah dimaafin sama chinesse itu “ucap dinda sambil terus tersenyum
“chinesse mana ?” Tanya nia bingung
“ dimas” cowok kosplay kemarin yang jatoh gara – gara aku !”jelas dinda
“ kok bisa?” Tanya nia heran
Iya donk, soalnya tadi aku ngembaliin dompet dia yang jatoh , dia anak kelas 3 sini loh !”ucap dinda semangat.
“ widih , dewi fortuna sedang menyertaimu din!”goda nia
 “ Emang, ni yang ada di sampingku!”jawab dinda gombal
“ akhirnya ada juga yang tau kalau gue ini dewi…..”ucap nia
Dinda pun langsung memotong ucapan temannya yang udah mulai ngawur
“ udah mendingan kita pulang sekarang daripada makin gila !”ucap dinda diikuti tawa sahabatnya.
Memang nia adalah sahabat terbaiknya yang selalu bertingkah lucu di depan dinda,semua ucapan nia selalu membuat dinda sakit perut.

****
“ eh kak dimas kok gak pernah kelihatan ya !” keluh dinda ke nia
“ lagian setiap pulang sekolah loenya langsung nyelonong aja sih !”sahut nia dan dindapun hanya tertawa
Saat sedang di tangga dinda tiba – tiba bertanya ke nia
“ oya nia, tu orang gak bisa akrab ke orang lain ya !” Tanya dinda
“ siapa ?”Tanya balik nia
“ itu si radi, masa setiap istirahat makan roti sambil dengerin music, trus kalo ga ditanya ga ngobrol juga sama orang , mana jawabnya singkat banget !” ucap dinda
“ dia malu kali !” jawab nia asal
“ gak mungkin , emang orang nya jutek kali ya !” sanggah dinda
Tiba – tiba radi mendahului mereka berdua.
“ mampus ! dia tadi denger gak ya , aduh jadi gak enak !” ucap dinda cemas , dindapun langsung cepat – cepat ke kelas , sampai di depan kelas dinda menarik napas panjang dan menyiapkan mental .
Dinda langsung menaruh tasnya di bangku dan menarik napas kembali sebelum bertanya ke radi.
“ ergk.,ehm…radi tadi kamu denger yang aku omongin sama nia gak ?” Tanya dinda takut
“tadi aku cuma asal ngomong gak beneran kok!” tambah dinda
“ masalah apa ?” jawab radi sambil menoleh ke dinda dengan tatapan seperti biasanya.
Dinda masih gak yakin dengan jawaban radi .
“ serius !” ucap radi
“ heh ?” pekik dinda bingung
“ masalah yang serius kah? Sampai mukamu pucat begitu ?” lanjut radi dengan suara dingin.
“ e..e..ng..gak kok , gak papa, bukan masalah yang serius !” jawab dinda gelagapan
“ tampang dinginmu yang bikin orang pucat !” gumam dinda dalam hati
Radi pun mengeluarkan earphonenya dan seperti biasa mendengarkan music sambil menunggu bel masuk.
Saat sedang ulangan ada yang mengetuk pintu kelas
“ permisi pak , mau absen kelas !” ucap dimas . dinda yang saat itu sibuk mengerjakan ulangan tidak tau kalau yang mengabsen kelas adalah dimas. Niapun terus memanggil dinda
“ dinda..dinda..!” panggil nia
“ apaan !” jawab dinda nyolotin
“ itu…. Orang …!” tunjuk nia kearah dimas
Saat dinda menoleh , dindapun kaget karena dimas berada di hadapannya. Saking kagetnya dinda langsung berdiri dan hampir menjatuhkan mejanya.


bersambung...........

Selasa, 28 Oktober 2014

Seribu Maaf part. 3

Sesampainya di kelas dinda melihat ada murid yang duduk di bangku nya dan nia pun bertanya pada dinda
“ din , tuh siapa? ” Tanya nia
“ yeh , mana ku tau? Kan ku juga baru liat!” jawab dinda
Tiba – tiba pak guru datang dan menyuruh dinda dan nia cepat duduk di bangkunya , dindapun duduk di sebelah cowok itu.
“ anak –anak , kelas kita bertambah satu murid lagi , silahkan memperkenalkan diri ” kata pak guru , diapun langsung memperkenalkan diri .
“ perkenalkan nama saya radi , pindahan dari sekolah SMA BINA PUSTAKA” ucap radi dan dia langsung duduk kembali. Saat radi mengambil tas yang ada di bangkunya dinda melihat logo yang di tempel di tasnya
“ eh kamu anak  silat PD yah? Tanya dinda . radi pun menoleh dan menjawab. “iya”. Kemudian radi kembali ke tasnya untuk mengambil buku.
“ em udah tingkat apa?” Tanya dinda penasaran
“putih – hijau”. Jawab radi singkat
“ wih … keren , aku dulu juga pernah ikut silat , tapi itu udah dulu  ! ucap dinda dan langsung melamun. Radi menatap dinda yang sedang melamun sebentar dan kemudian kembali membaca bukunya.
Bel istirahatpun berbunyi , dinda dan nia adalah orang pertama yang langsung keluar dari kelas menuju kantin.
“eh nia, radi anak silat PD loh! ucap dinda
“oh pantes waktu baru liat tu orang kayaknya kenal, pasti gue liat pas latihan gabungan “sahut nia panjang lebar
“o..!”jawab dinda sambil pasang tampang nyolotin
“rese loe!”nia pun mencubit pipi sahabatnya itu
“aw,ampun nek!”ledek dinda sambil mengusap pipinya yang merah setelah di cubit nia.
Sampai di tangga mereka bertemu dengan dewi yang hampir terpleset dari tangga
“awas !” ucap dinda terkejut sambil memegang lengan dewi
“apaan sih, dasar orang munafik !” teriak dewi sambil menepis tangan dinda
“eh dew, loe jangan nyolotin napa?udah di tolongin bukannya makasih kek!”sahut nia sewot
“ apaan sih loe, orang gak penting “sahut dewi lebih nyolotin dan langsung turun menuju kantin
“heh dasar, gue sumpahin jatoh dari tangga loe biar bibirnya jontor !” teriak nia kesal
“eh gak boleh gitu, tapi lucu kali ya kalo bibirnya jontor pasti seksi”ucap dinda dan merekapun tertawa bersama saat membayangkan dewi dengan bibir SEKSINYA.
Selesai jajan mereka kembali ke kelas dan menghampiri radi yang sedang memakan roti sambil mendengarkan music di ipadnya
“eh radi besok ada latihan di sekolah , kalo loe mau ikut dating jam Sembilan ya !”ucap nia
Radi pun menoleh ke nia dan mengangguk sambil tersenyum tipis dan kembali makan
“eh din, tu orang denger gak sih?bisik nia ke dinda
Dinda yang saat itu tidak yakin bahwa radi mendengar kata yang di ucapkan nia langsung menepuk lengan kiri radi, tanpa di duga radi langsung reflex dan memukul dinda, dindapun langsung syok
“maaf tadi itu saya reflex , kamu gak papa kan ? lain kali jangan sentuh lengan kiri saya, saya paling tidak suka kalo ada yang menyentuh lengan kiri saya,sekali lagi maaf,dan besok jam sembilan saya pasti datang. Dinda yang masih kaget hanya mengangguk
****
“anak – anak sekarang ulangan, cepat siapkan kertas selembar!” ucap pak guru
“aduh pulpen habis lagi!”ucap dinda dalam hati dan terus mengacak – acak tasnya yang mungkin masih terselip pulpen baru.
“kenapa?”Tanya radi masih dengan tampang setan (tanpa ekspresi)
“gak kok, gak kenapa – napa !”jawab dinda gugup
“semua sudah siap?” Tanya pak guru ,dan mulai membacakan soal ulangan
“em…,eh…radi, aku boleh….”ucap dinda agak takut, sebelum dinda menyelesaikan ucapannya radi menyodorkan pulpen ke dinda.
“heh?”dinda kaget karena tau apa yang ingin dinda sampaikan.
“maaf soal yang kemarin,saya benar-benar tidak sengaja !”
“oh, gak papa kok?”  jawab dinda(walaupun masih takut sih )tambah dinda dalam hati.
****
Dinda langsung berlari saat bel pulang berbunyi,saat sudah sampai di gerbang dinda melihat ada seseorang yang tidak sadar kalau dompetnya jatuh,dindapun mengejar orang itu.
“hey,dompetmu jatuh !” teriak dinda ,tapi orang itu tidak mendengarnya .
“hmm,harus pake cara lain ni biar berhenti !”gumam dinda
Akhirnya dinda memakai jurus ampuhnya , dinda melemparkan dompet itu kearah orang itu dan berhasil ,orang itu berhenti.

“maaf, dompetmu jatuh !”ucap dinda sambil ngos-ngosan ,dan orang itu menoleh ke dinda,dindapun terkejut saat melihat cowok itu.


Bersambung...........

Senin, 27 Oktober 2014

cerbung part .2

“Bughk...!”orang itupun terjatuh , dinda pun langsung menoleh ke samping .
“Eh.....?”ucap dinda terkejut
Laki – laki itu pun langsung bangun dan mendekat  ke dinda , dia menatap dinda seperti iblis yang akan dipenjara , mukanya menjadi merah karena marah bercampur malu.
Dindapun melihat dalam – dalam orang itu.
“Hi...hi...hi..!”dinda pun tertawa kecil.orang itupun semakin marah dan mencaci maki dinda .
“Eh loe bego apa tolol !”ucap cowok itu sambil melotot
Dinda pun terdiam dan ingin berkata , tapi cowok itu langsung menyambar
“ Ma....”ucap dinda
“Mata loe ditaruh di mana heh?”udah salah bukannya minta maaf malah ketawa lagi !” gila loe ya !”caci cowok itu dn tiba – tiba temannya datang dan mengajak cowok itu pergi
“Udah dim,pergi aja yuk jangan bikin malu “ucap temannya
Dindapun menangis dan meminta maaf lalu pergi bersama nia , mereka masuk ke mobil yang ada di parkiran .
Satu jam telah berlalu tapi dinda masih menangis
“Hiks...,aku kan bodo bukan gila !”ucap dinda sambil tersendu – sendu .
“Udahlah din,sekali lagi loe ngomong ,loe udah ngomong 30 kali .”tisu dah habis sepaks tu!”ucap nia
“lagian loe juga sih yang salah , udah tau orang jatoh gara – gara loe, eh malah loe ketawa kan nyolotin !”lanjut nia .
Dinda pun berhenti menangis ,terdiam cukup lama ,dan akhirnya tertawa.
“Habisnya cowok tadi cakep sih , trus tadi kamu liat ga?dia ngliatin aku deket banget , kan kamu tau kalo aku ngliat cowok cakep langsung ketawa. O ya tadi namanya dim ya ! oh dim ….! (ucap dinda sambil terus tersenyum )
“ Eh loe tadi sebel , sekarang  senyum – senyum , nyeremin loe kaya punya kepribadian ganda” ucap nia
“ heh dendam lama – lama itu gak baik tau” sahut dinda dan mereka pun langsung pulang ke rumah , setibanya di rumah dinda langsung di Tanya kakaknya
 “ gimana? Ketemu orang cakep gak ? ” Tanya nadya .
“ketemu orang chinesse cakep tadi , tapi aku diomelin sama orang itu ! ” jawab dinda dengan muka murung
“ hua haha , sukurin lagian kecentilan kali kamu ! ” ledek kak nadya
“ bodo yang diomelin aku ini bukan kak nadya ! ”jawab dinda kesal dan langsung ke kamar
********
“ berangkat dulu ya kak!” ucap dinda sambil mengunyah roti yang masih tersimpan di mulut .(ketika sudah sampai di pintu dinda kembali ke kamarnya )
“ oppa cakaman , bentar lagi pasti kita ketemu . semangat ”ucap dinda ke poster SUJU yang di temple di dinding kamarnya .
“din , cepetan berangkat ntar telat lo !” teriak kak nadya
“ iya ni juga mau berangkat !” jawab dinda santai
Dindapun berangkat dengan berjalan kaki karena rumah dengan sekolahnya hanya berjarak 500 meter .
“ jalan sekolah di pagi hari…..!” (dinda bernyanyi sambil berlari)
“ din, din,din tungguin !” ucap nia. Tetapi dinda tidak mendengarnya dan terus berlari .
“dindaaaa!!”teriak nia dengan sekuat tenaga , dindapun menoleh ke belakang dan melihat nia menghampirinya
“huh, capek gue manggil loe , eh loe malah lari !” ucap nia sambil mengatur napas.
“oh maaf, gak denger tadi “ jawab nia sambil nyengir kuda.
“halah , bilang aja kalo budeg !” ucap nia dengan nada meledek
“sebuarangan ! nggak tau kuping ku ini masih sehat wal afiat “ sahut dinda dan mereka langsung tertawa
Sesampainya di depan sekolah , bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu masuk sekolah . dinda dan nia pun segera berlari ke kelas yang berada di tingkat 2 .
“ aduh kenapa kelas kita harus diatas sih ? capek banget nih naiknya” . ucap dinda sambil ngos- ngosan .
“ iya , betis gue bisa makin gede gini caranya ! ” sahut nia yang juga sama capeknya , dindapun tertawa kencang yang membuat nia bingung
“ eh napa loe? ” Tanya nia
“gak , aku Cuma mikir kalo betis mu segede pretty gimana yah? ” jawab dinda sambil tertawa
“ heh nyumpahinya cakepan dikit napa? Parah banget loe! ” ucap nia kesal , dan dinda pun hanya tertawa
Sesampainya di kelas dinda melihat ada murid yang duduk di bangku nya dan nia pun bertanya pada dinda

“ din , tuh siapa? ” Tanya nia


bersambung............ 

Jumat, 24 Oktober 2014

segarnya mata air pegunungan

ada aja kekonyolan yang di buat tim rusuh , kali ini saat mereka lagi naik gunung kalo istilah kerennya sih hiking , begini ceritanya......

link gambar:https://www.google.com/#q=gambar+pegunungan+di+jawa+barat

di saat naik gunung gede, sebut saja si kebelet  dan kawan-kawan masih semangat-semangatnya nih walaupun angin menerpa dirinya , merekapun bermalam di gunung, nah di pagi hari yang sangat dingin  merekapun turun ke kaki gunung , tapi baru setengah perjalanan si kebelet mendadak pengen buang air kecil, si kebeletpun memerintahkan teman-temannya turun duluan.
"eh loe turun duluan aja, gue pengen nyantai aja". ucap si kebelet
"yaudah kita tinggalin nih!" jawab temen-temennya.
setelah teman -temannya tak terlihat, si kebeletpun mencari sungai untuk buang air kecil.setelah selesai kencing , si kebeletpun turun menyusul teman-temannya.
setibanya si kebelet di bawah , si kebeletpun kaget melihat teman-temannya yang asyik cuci muka di air terjun kecil yang ada di pegunungan itu.
"eh lama amat loe! ngapain aja!"tanya si mimin
"hoy, sini cuci muka dulu ! airnya seger banget loh!" teriak teman yang lain.
" iyaaa, kalian aja!"jawab si kebelet.
"itu kan air yang gue kencingin di atas tadi , emang seger banget apa ya?" batin si kebelet.

amanat : jangan pernah mencuci muka dengan sembarang air ! cuci lah muka anda dengan air yang sudah teruji kebersihannya, kejadian seperti ini dapat menimpa siapa saja yang tidak bertanya! jadi bertanyalah! bertanyalah!

Rabu, 15 Oktober 2014

sungai merah di pulau jawa (kisah nyata)

ada suatu tempat yang terpencil di mana akses pergi harus melewati sungai,penduduk disana pun beraktivitas seperti mandi,cuci piring dan lain-lain dilakukan di sungai tsb. suatu hari sekumpulan anak muda dari desa yang terpencil itu berangkat ke sungai untuk mandi,nah salah satu dari pemuda itu sebut saja si SULSUL jalan dengan sangat hati-hati,kemudian teman dari si SULSUL sebut saja si ISENGSENG itu bertanya kepada Si SULSUL,kenapa SUL?kok jalan lambat banget?tanya ISENGSENG "lagi ada bisul di pantat gue !"jawab si SULSUL, kemudian muncul pikiran iseng si ISENGSENG untuk menjaili temannya.saat si SULSUL sedang mandi di tepi sungai si ISENGSENG berteriak kepada si SULSUL "SUL ada buaya!". saking takutnya si SULSUL langsung lompat ke batu karang/dalam basa jawa di sebut padasan,tapi karna padasan itu licin si SULSUL pun terpeleset dan akhirnya bisul di pantat si SULSUL pun pecah,seketika di pinggiran sungai airnya pun berubah warna menjadi merah karna bisul si SULSUL pecah,tapi si SULSUL tidak lagi susah duduk karena sudah tidak ada bisul yang mengganggu. Tips: jika anda frustasi terhadap bisul yang tidak hilang-hilang, tidak ada salahnya anda mencoba cara si SULSUL ini :)

Sabtu, 04 Oktober 2014

cerbung ( cerita bersambung )

seribu maaf untukmu!



 Hi…hi…hi,penyakitku kambuh lagi ni, ucap dinda sambil keluar dari mini market.
 “napa sih loe? Perasaan gak ada yang lucu deh!”Tanya dinda kebingungan melihat tingkah temannya yang selalu aneh.
 “lihat orang chinesse yang di dalem tadi gak?cakep banget kayak kyuhyun .”ucap dinda histeris .
 “ah gini ni jadinya ,orang yang kebanyakan nonton drama korea !”ucap nia sambil menunjuk muka dinda .
 “enggak ada sangkut pautnya kali !”ini kan penyakit turunan dari nenek moyang ku , setiap liat cowok cakep pasti langsung ketawa gara-gara salting ! ucap dinda sambil nyengir kuda .
 “penyakit yang aneh !” jawab nia sambil menghela nafas .
 “oya besok jadi ikut gak kosplay dib alai kartini ?” Tanya nia
 “ ikutlah pasti banyak cowok chinesse yang cakep kan ? “ he he
“ aduh dinda ! kalo loe mau ketemu orang cina kenapa gak ke cina aja , pasti di setiap jalan loe nanti ketemu !” ucap nia mulai darah tinggi .
 “ gak ah, disana udah penuh , aku kan masih cinta Indonesia , lagian aku kan suka chinesse versi Indonesia , udah jangan marah – marah mulu tar cepet tua lo !”ucap dinda dengan santai
 “ iya deh , udah jangan ngoceh mulu , mendingan kita pulang !”

 Sampai di rumah , dinda pun masuk ke dapur mencari sisa – sisa makanan yang masih tertinggal di kulkas .
 dia mengamati setiap sudut kulkas dengan teliti tapi yang terlihat hanyalah botol – botol aqua yang berbaris .
 “ silahkan dinikmati !” sambil menyodorkan aqua ke nia
“emang ya kalo lagi tanggal tua kulkas selalu sepi pengunjung “ , ucap dinda yang agak ngelantur

 Pagi harinya dinda di sibukan dengan kebodohannya sendiri
 “ kak tau bajuku gak ? yang buat kosplay nanti ! “teriak dinda sambil mengacak – acak kamarnya .
 “Eh kan udah kakak bilangin kemaren , itu baju cepetan di jemur yang di mesin cuci !
 “ tiba - tiba muncul mengagetkan dinda .
 “Aduh aku lupa kemarin ! “ ucap dinda sambil memukul jidatnya sampai mau benjol .
 dinda pun langsung menelpon nia.
 “Nia , aku bisa pinjem seragam kamu gak ?”tanya dinda
 “Buat apaan ? sekarang kan hari minggu ,libur kali!” jawab nia yang otaknya belom koneks
 “yee...,seragam jepang buat kosplay ,soalnya bajuku masih basah belum di jemur !” jawab dinda menunjukkan penyakit bodoh yang akut.
 “iya deh,ni gue juga mau kesitu”. Jawab nia
“ makasih ya nia , kamu emang temen terbaik di pulau jawa dan sekitarnya . ”he he ,ucap dinda dengan segala kelebayannya
“ udah ya gue matiin ni telpon ,”ucap nia.
 Terdengar suara tut..tut...tut..menandakan telpon yang dimatikan . Dinda pun senang karena masalahnya sudah selesai .

 Sesampainya di balai kartini.............
 “Nia tunggu,em.....mau gak kuncirin aku dulu, soalnya kalo kunciran sendiri gak rapi.”ucap dinda dengan muka melas
 “Hey jangan masang tampang gitu napa? Udah kayak kucing mau mati loe !”ucap nia sambil menahan tawa
 Hampir 30 menit dinda dan nia masih sibuk di dalam mobil ,nia bingung menata rambut dinda yang susah diatur,akhirnya merekapun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam gedung.
 “ Iiih lucu banget sih cewek yang disitu , foto bareng yuk !”ajak dinda “Dinda apaan sih ,gue gak mau , malu – maluin tau !” jawab nia
“ Yaudah aku aja deh .”sahut dinda dan langsung berlari ke arah perempuan itu
 “Maaf, boleh foto bareng gak ?”tanya dinda
 “Siapa ? aku ?” Tanya perempuan itu sambil menunjuk ke dirinya
 “ Iya kakak , soalnya kostumnya imut banget sih !”rayu dinda
 “O yaudah deh .”jawab perempuan itu .

 Dinda pun berfoto dengan gaya sok imutnya ,saat sedang asyik bergaya dinda tidak sadar kalau ia menginjak jubah orang, dan saat orang itu berjalan .............
 “Bughk...!”orang itupun terjatuh , dinda pun langsung menoleh ke samping .
 “Eh.....?”ucap dinda terkejut Laki – laki itu pun langsung bangun dan mendekat ke dinda , dia menatap dinda seperti iblis yang akan dipenjara , mukanya menjadi merah karena marah bercampur malu.
 Dindapun melihat dalam – dalam orang itu..........


 Bersambung....

Minggu, 28 September 2014

penemu korek api


Robert Boyle lahir tanggal 25 Januari 1627, di Lismore Castle, County Waterford, Irlandia. Dia anak ke-14 dari Bangsawan Cork, salah seorang terkaya di Britania Raya. Meskipun sangat kaya, bangsawan ini adalah orang Kristen yang saleh, yang mengakui bahwa semua kekayaannya berasal dari Allah. "Tidak diragukan lagi, kesalehannya berperan penting dalam membentuk pikiran si anak yang kelak menjadi ahli kimia terkemuka pada abad tujuh belas." Robert muda adalah seorang jenius. Dia sudah fasih berbahasa Yunani dan Latin ketika mulai belajar di Kolese Eton pada usia 8 tahun. Ketika berumur 12 tahun dia keliling Eropa bersama tutornya, untuk mempelajari karya-karya ilmuwan besar seperti Galileo.

Sebagaimana dianjurkan oleh Francis Bacon, Galileo dengan bersemangat menganut pendekatan baru dalam ilmu, yakni metode eksperimen. Padahal sebagian besar ilmuwan zaman itu lebih mengandalkan pikiran para filsuf terkenal ketimbang melakukan eksperimen sebagai dasar gagasan mereka. Sejak remaja, Robert telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Dia kembali ke rumah orang tuanya pada usia 18 tahun, sesudah ayahnya meninggal. Ayahnya mewariskan kekayaan cukup besar bagi Robert. Karena itu ia memunyai kebebasan keuangan untuk melanjutkan minatnya di bidang ilmu. Ia yakin bahwa ini adalah salah satu cara melayani Tuhan. Robert percaya bahwa "Melalui pengetahuan atas karya-Nya, kita akan mengenal Dia."

Tahun 1645, Boyle mulai menghadiri pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan para ilmuwan pendukung pendekatan eksperimen untuk ilmu. Mereka mengakui perlunya pengamatan objektif dalam penelitian ilmiah. Pada mulanya pertemuan ini dikenal sebagai "Universitas Terselubung". Namun, Raja Charles II secara resmi mengakui kelompok ini tahun 1663. Ia memberikan piagam "Royal Society of London for
Improving Natural Knowledge" kepada para anggota kelompok tersebut. Atas saran Boyle, kelompok ini menetapkan motonya, "Tidak ada sesuatu yang semata-mata bersumber dari kewenangan". Soalnya, pada waktu itu terlalu sering penelitian ilmu terhambat oleh gagasan-gagasan yang tidak berdasarkan pengamatan.
Bakat Boyle sebagai ahli eksperimen segera terlihat oleh anggota "Universitas Terselubung" lainnya. Tahun 1657, dengan bantuan asistennya yang brilian, Robert Hooke, dia menciptakan pompa udara jenis baru yang kemampuannya lebih baik. Dengan kehampaan yang ditimbulkan pompa udara ini, Boyle menemukan beberapa hasil penting. Dia membuktikan kebenaran pendapat Galileo bahwa semua benda (misalnya bulu dan lembaran timah) akan jatuh dengan kecepatan yang sama dalam ruang hampa udara karena tidak ada hambatan udara. Dia membuktikan bahwa bunyi tidak bisa ditransmisikan dalam ruang hampa udara. Dia juga menunjukkan bahwa udara diperlukan untuk pernapasan dan pembakaran. Namun, daya tarik listrik tidak dipengaruhi oleh ketiadaan udara. Boyle juga merekayasa termometer yang lebih baik dengan menggunakan ruang hampa udara.

Menyadari dampak penting yang bisa diperoleh dari gas seperti udara, Boyle mulai bereksperimen dengan gas. Dengan menekan sejumlah gas tertentu sambil mempertahankan suhunya, dia menunjukkan bahwa ada perbandingan terbalik antara ruang yang berisi gas dan tekanan yang dikeluarkan oleh gas. Misalnya, jika volume tempatnya ditekan hingga separuh, tekanan yang dihasilkan oleh gas akan menjadi dua kali lipat. Inilah yang disebut Hukum Boyle.
Dari eksperimen gas yang dilakukan Boyle, diketahui bahwa gas terdiri atas partikel-partikel kecil (oleh Boyle disebut korpuskles) yang dipisahkan oleh ruang hampa. Jika ada tekanan, korpuskles bergerak saling mendekat. Boyle mengisyaratkan bahwa korpuskles terdiri atas partikel utama (yang sekarang kita sebut atom). Dalam "pernyataan teori atom pertama sejak zaman purba, gagasan Boyle tentang partikel utama yang membentuk korpuskles, merupakan antisipasi terhadap pandangan ahli kimia modern mengenai atom yang bergabung membentuk molekul." Boyle mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan mengakui Allah sebagai Sang Pencipta. Dia berkata, "Kita bisa memahami bahwa pada mulanya Allah menciptakan benda partikel yang terlalu kecil untuk
bisa dilihat."

Boyle menolak teori empat unsur yang waktu itu sudah diterima secara luas, yang menyatakan bahwa semua zat terdiri atas tanah, udara, api, dan air. Sebagai gantinya, dia mengajukan teori bahwa zat tersusun atas unsur-nsur yang berbeda yang hanya bisa dikenali melalui eksperimen. Karya Boyle dalam ranah ini "merupakan pendahulu teori unsur kimia modern."
Boyle juga dengan gencar mendorong agar setiap penemuan ilmiah dilaporkan secara cepat dan disebarluaskan. Dengan demikian ilmuwan-ilmuwan lain bisa memastikan dan memperluas temuan itu. (Sewaktu meneliti fosfor, Boyle sempat frustrasi ketika membuang-buang waktu mengikuti jalan buntu yang sebenarnya sudah diketahui ilmuwan lain. Sebaliknya, memastikan apa yang sudah ditemukan orang lain membutuhkan proses yang relatif cepat.) Sekarang, pelaporan hasil sudah menjadi bagian integral dari ilmu modern.

Penggunaan metode eksperimen dan pelaporan basil merupakan dua transformasi besar dalam ilmu, namun hal ini baru diterapkan sepenuhnya bertahun-tahun kemudian. Untuk sumbangan besarnya dalam proses transformasi itu, terutama dalam ilmu kimia, Boyle dianggap sebagai salah seorang pelopor ilmu kimia modern.

Robert Boyle tidak menikah. Dia meninggal di London tanggal 30 Desember 1691. Dalam wasiatnya, dia menyediakan dana untuk penyelenggaraan serangkaian ceramah. "Ceramah Boyle" ini tidak mengenai hal-hal ilmiah, tujuannya adalah membela kekristenan. Dengan demikian, Boyle terus melanjutkan penyampaian pesannya mengenai kesesuaian antara ilmu pengetahuan dan kekristenan, biarpun dia sudah meninggal dunia. Ceramah-ceramah itu masih diadakan hingga hari ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGHePkHrnPzv4aGo2CcymVO3FaTDgr8MQlFBLQNEARJyBpabJTg0ZnhGOyauwHFwNbm-eancwoPW6f3fH4ViN_AFxkTCijiZa9rvzr36pIKlgqYS_IXuvd1BgpWp1lXBNuqC5Z0DeGgYcz/s1600/Boyle.jpeg